Air Kencing Bayi dan Masa Menyusui Anak

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.

Saya memiliki anak balita yang sekarang sudah berusia + 4 bln dan sudah saya kenalkan makanan tambahan. Seperti halnya anak kecil yang lain, dia suka ngompol di kasur (tempat tidur). Yang ingin saya tanyakan :

1. Jika menurut saya kasur tsb sudah kering, bolehkah saya sholat menggunakan pakaian sholat saya yang sebelumnya saya pakai duduk atau berbaring di kasur tsb? Apa alasan dan dasarnya? Jika saya tidak menggunakan pakaian (jawa: ote-ote) dan berbaring di kasur tsb, apakah boleh saya langsung wudhu aja saat akan melakukan sholat?

2. Berapa lama menurut islam sebaiknya seorang ibu menyusui anaknya?

Demikian, Terima kasih atas bantuannya dan mohon maaf jika ada kesalahan.

Wassalamualiikum Wr. Wb.

Sunaryadi

Jawaban:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kencing bayi, baik yang sudah diberi makanan tambahan atau belum adalah najis. Hanya masalah cara mencucinya yang menjadi pembahasan fuqoha. Bila bayi lelaki belum diberi makanan tambahan, maka cukup dengan percikan air, namun untuk bayi perempuan atau bayi lelaki yang sudah diberi makanan tambahan harus dengan dicuci, sesuai hadist Ali r.a. Rasulullah bersabda "Kencing anak perempuan harus dicuci, kencing anak lelaki cukup diperciki air"(H.R. Ashab Sunan, diperkuat dengan beberapa riwayat Bukhari dan Muslim).

Bila tempat yang tekena kencing sudah kering, pakaian yang menyentuh tempat tersebut bila sama-sama kering, tentu tidak menjadi najis, karena sesuatu menjadi najis bila ada esensi najis menempel padanya, dimana ini terjadi pada saat basah.

Berbaring pada kasur yang terkena najis dengan tanpa pakaian, ini perlu diperhatikan apakah badan saudara berkeringat atau tidak, bila berkeringat tentu karena kondisi basah akan menyebabkan najis menempel di badan saudara, maka seharusnya membersihkan badan saudara dengan manyiram air.

Menurut Islam, seorang ibu menyusui sebaiknya dua tahun, sebagaimana dijelaskan dalam surah al-Baqarah ayat 233 :"Para ibu hendaknya menyusui anaknya selama dua tahun penuh, itu bagi mereka yang ingin menyempurnakan penyusuan".

Wassalam

Muhammad Niam