Ayah Membayar ASI

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kepada Yth.
Moderator Pesantren Virtual

Langsung saja, saya ingin menanyakan hukum tentang sejauh mana Tanggung Jawab Suami terhadap Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan kepada bayinya?

Saya pernah mendengar bahwa : wajib bagi seorang Ayah bertanggungjawab membayar ASI yang diberikan kepada anaknya. Bagaimana Perhitungan dalam Pembayarannya?

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Santri

Jawaban:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Menyusui adalah kewajiban ibu secara agama dan hak anak adalah disusui oleh ibunya. Suami tidak boleh melarang isterinya menyusi anaknya, kecuali bila atas kespakatan. Begitu juga ibu tidak boleh menolak menyusui anaknya. Inilah yang ditegaskan oleh surah al-Baqarah ayat : 233 "Janganlah seorang ibu mendapatkan kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya".

Para ulama berpendapat bagi ibu yang mampu menyusui anaknya maka ini sangat dianjurkan agama, sunnah. Namun menyusui bisa menjadi wajib bagi ibu, bila anak tidak mau disusui kecuali oleh ibunya, atau tidak ada yang mau menyusui kecuali ibunya, atau tidak ada biaya untuk menyewa seseorang agar menyusuinya.

Kewajiban seorang ayah adalah memberi nafkah, bila sang ibu masih menjadi isteri dari ayah sang anak maka itu semua sudah tercakup dalam nafkah isteri, jadi ayak tidak perlu membayar biaya tambahan.

Namun bila telah terjadi perceraian dan sang ibu masih mempunyai tanggungan anak, maka ada nafkah yang wajib diberikan oleh ayah kepada anaknya, yaitu biaya menyusui, biaya membesarkan hingga baligh, serta tempat membesarkannya.

Berapa yang harus diberikan oleh ayah yang mantan suami, adalah sesuai kebutuhan normal sang ibu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Muhammad Niam