Bagaimana Membuktikan Al-Qur’an Kalam Allah

Saya Mohamad dari Malaysia ingin menanyakan satu soalan yang agak memusykilkan benak saya iaitu bagaimanakah kita hendak membuktikan Al-Quran itu adalah kalam Allah? Tanya Jawab (425): Bagaimana Membuktikan Al-Qur’an Kalam Allah Assalamu’alaikum wr. wb. Saya Mohamad dari Malaysia ingin menanyakan satu soalan yang agak memusykilkan benak saya iaitu bagaimanakah kita hendak membuktikan Al-Quran itu adalah kalam Allah? Jika tidak keberatan silakan panel explain dengan detail..sekian terima kasih. Wassalamualaikum warahmatulullah Mohamad —– Jawab —– Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama, Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya, atau seperti surah di antara surah-surahnya ). Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah, kepada seorang rasulNya, sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. Sebagai Mu’jizat Al-Qur’an tentu dari Allah. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya, sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. Pada waktu Al-Qur’an diturunkan, orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur’an. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. Tapi usaha mereka gagal. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur’an memang bukan karangan manusia. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mukjizat Al-Qur’an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur’an, oleh Az Zarkasyi :Jilid:2,hal:237, Darul Ma’rifah, Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah ” balaghah “, susunan ayat-ayat dan surah-surahnya, kebenaran isinya, kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. Kedua, memang ada tuduhan bahwa Al-Qur’an karangan Nabi Muhammad SAW, namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur’an, mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur’an, hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur’an bukan karangan Nabi. Al-Qur’an kalam Allah. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -, lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur’an, anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Bandingkan dengan Al-Qur’an, teliti susunan ayatnya, sunan surah-surahnya, anda akan menemukan suatu keterpaduan, saling berkaitan dari awal sampai akhir. Padahal ia diturunkan secara berangsur-angsur. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur’an dengan susunannya yang ada. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur’an banyak ” khitab ” yang ditujukan kepada Rasulullah. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat ” Al Tahrim “, Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya, untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. Di permulaan surat ” Abasa ” juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur’an, sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemuka-pemuka Quraisy. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur’an karangan Muhammad SAW. Ketiga, Al-Qur’an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada, jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. Bahkan dalam (QS:Al Isra’:88) Al-Qur’an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur’an tidak akan bisa. Dan sampai sekarang Al-Qur’an masih terus menantang, tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW, mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW, di dalam Al-Qur’an begitu banyak. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh, Al Falaq dan An Nas. Semuanya dimulai dengan perintah ” qul ” ( katakan hai Muhammad ). Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur’an kalam Allah. Dan kalau Al-Qur’an karangan manusia, tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. Sementara Al-Qur’an akan terus menantang sampai hari Kiamat. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu’jiz. Keempat, Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ), tentang alam, atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya, lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur’an, anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Mengapa, karena alam ini ciptaan Allah, dan Al-Qur’an kalamNya. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan “al i’jazul ilmi lilqur’an”. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam, bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima, di dalam Al-Qur’an banyak informasi mengenai alam ghaib, seperti adanya surga dengan segala keindahannya, dan neraka dengan segala kepedihannya, adanya hari kiamat, dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam, dan yang menentukan akhir hidup manusia, yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk, dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. Semoga membantu, wassalam Dr. Amir Faishol Fath