Bangun Tidur Menemukan Cairan

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pada malam hari saya kadang bermimpi yang agak jorok sehingga paginya harus mandi wajib karena keluarnya sperma. Kadang-kadang juga saya pada tengah malam kepingin buang air kecil tapi malas ke WC, akibatnya pada waktu bangun pagi, kadang dipakaian saya ada cairan yang agak kental.

Yang jadi pertanyaan saya adalah : bagaimana cara menentukan/membedakan bahwa cairan kental itu adalah sperma atau cairan lainnya (wadi/madzi), karena kalau dua cairan yang terakhir itu yang keluar kan kita tidak wajib mandi. Perlu diketahui juga bahwa pada waktu saya malas ke WC itu saya tidak mimpi apa-apa.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Hasan Azhari

Jawab:

Salah satu penyebab yang mewajibkan mandi adalah keluar air mani (sperma). Namun terkadang kita ragu dalam membedakan antara mani, madzi dan wadi.

Ulama Syafi'iyah, memberikan ciri-ciri yang membedakan antara ketiga jenis diatas:

1. Air mani, adalah cairan putih yang kental dan keluarnya muncrat (jika banyak) di saat nafsu sudah mencapai puncak (klimak) dan ciri-cirinya antara lain:

  • a. Keluarnya muncrat (seperti ada tekanan dari dalam).
  • b. Terasa nikmat disaat keluar dan dibarengi lesu, meskipun keluarnya tidak muncrat atau keluar dengan warna agak kemerah-merahan, dan ini biasanya apabila sedikit.
  • c. Jika basah maka baunya seperti aroma adonan tepung, dan jika kering seperti bau putih telur ayam, meskipun disaat keluar tidak terasa nikmat.

    2. Madzi, adalah cairan yang agak putih dan lebih cair dari mani dan biasanya keluar di saat bercumbu, atau setelah penis loyo (tidak disaat tegang).

    3. Wady, adalah cairan yang biasanya keluar di saat kelelahan (bekerja) atau cairan putih yang keluar setelah selesai buang air kecil.

    Adapun orang yang bagun tidur dan menemukan cairan putih di pakaiannya dan kemungkinan besar adalah cairannya sendiri, sementara ia ragu apakah cairan tersebut mani atau mazdi, maka hukumnya wajib mandi.

    Sebaliknya jika ia bermimpi bersenggama dan di saat bangun tidak menemukan apa-apa, maka tidak diwajibkan mandi. Wallahua'lam bisshawaab.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.
    Zulfakar Ali Muhammad

    Referensi: Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu, karya Dr. Wahbah al-Zuhaily