Batasan Ridha Orangtua

Tanya:

Didalam sebuah hadis disebutkan bahwa "ridha Allah ada (bergantung) pada ridha orangtua". Yang ingin saya tanyakan, sejauh mana batasan "orangtua" itu? Apakah hanya mencakup "orangtua kandung", ataukah juga mencakup "orangtua angkat" (yang membesarkan seorang anak angkat hingga dia bisa mandiri), guru, para pendidik dan lain-lain.

Bagaimana dengan orangtua tiri yang pernah melakukan pelecehan seksual terhadap anak perempuan tirinya? Apakah orangtua semacam itu termasuk dalam cakupan hadis tersebut?

Bagaimana pula hukumnya jika anak tersebut memilih kawin lari dengan kekasihnya, karena orangtua sang kekasih adalah musuh besar ayah tirinya? Apakah dengan memilih kawin lari, dia & kekasihnya diridhai Allah?

Ira – Jakpus

Jawab:

Saudari Ira,

Ridha Allah selalu berkaitan dengan ketaatan dan pengabdian kita kepada-Nya. Allah meridhai setiap kebaikan yang kita kerjakan. Sebaliknya, jika kita mengerjakan kejelekan, tentu tidak akan diridhai oleh-Nya. Berangkat dari sini, siapapun yang meminta atau memerintah kita untuk melakukan kemaksiatan atau kemungkaran, tentu tidak boleh kita taati. Walaupun orang yang meminta atau memerintahkan itu adalah orangtua kita sendiri. Ini prinsip dasar ketaatan yang harus dipenuhi.

Orangtua tiri atau kandung sebaiknya tidak usah dibedakan dalam hal ini. Sebab, walaupun tiri, bila memang ia yang mengasuh dan memperhatikan kita, tentu tak ubahnya sama dengan orangtua kita yang sesungguhnya (orangtua kandung).

Keinginan kawin lari, betapapun, bukanlah tindakan yang baik. Kawin lari tidak bisa menjadi alternatif penyelesaian masalah, tetapi justru menjadi sumber masalah baru. Masalah yang terjadi antara Anda dan orang tua jangan lantas mendorong Anda berbuat nekat dengan memilih kawin lari. Karena, bisa jadi tindakan tersebut malah semakin menambah masalah yang akan Anda hadapi. Masalah dengan orangtua Anda belum selesai. Dengan memilih kawin lari, bisa jadi akan menambah problem baru, yang bisa jadi akan lebih berat dari sebelumnya.

Jadi sebaiknya selesaikan dulu problem dengan orangtua sebaik mungkin. Lakukan dialog secara baik-baik dengan orangtua. Jika Anda merasa tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut sendirian, Anda bisa minta tolong kepada orang yang lebih bijak dan –sekiranya– mempunyai wibawa di depan orangtua Anda.

Penyelesaian masalah dengan cara seperti ini sudah seharusnya menjadi pilihan seorang anak sebagai pembalasan dan penghargaan atas jasa-jasa orangtuanya, walaupun orangtua tiri. Apalagi jika keduanya telah memberi jasa yang besar, seperti merawat sejak kecil sampai mandiri, membiayai sekolah, dan sebagainya.

Arif Hidayat