Beramal tanpa pamrih

Tanya:

Saya ingin menanyakan apakah yang dimaksud dengan beramal kepada Allah tanpa pamrih dan hal2 seperti apakah beramal tanpa pamrih itu? Apakah jika saya bersedekah untuk mengharapkan balasan berupa rejeki yang lebih banyak termasuk pamrih? Atau saya menjalankan shalat wajib karena takut siksaan Allah juga merupakan pamrih?

Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Lukman – Makassar

Jawab:

Mas Lukman, beramal tanpa pamrih (ikhlas) itu beramal tanpa tendensi apa-apa. Jika Anda bersedekah dg harapan mendapat (ganjaran) rezki yg melimpah dari Allah itu namanya juga ada pamrih, ada tendensi. Namun begitu, spt itu sudah cukup disebut ikhlas.

Perlu diketahui, ikhlas itu terbagi dua kelas:

  1. Seperti yg Anda contohkan tsb. Melakukan ibadah dg harapan mendapat ganjaran dari Allah, atau dihindarkan dari siksaanNYA. Memang ada pamrih (ganjaran atau pengihndaran siksa), tapi spt itu tetap dikatakan tanpa pamrih karena pamrih di sini kita harap dari Allah, bukan dari manusia.
  2. Jika kita berbuat tanpa tendensi apa-apa. Kita melakukan salat, zakat, dan ibadah-ibadah lainnya tanpa pamrih apa-apa. Kita melakukan itu semua karena itu diperintahkan Allah, Dzat yg telah mencipatakan kita, Dzat yg paling kita cintai dan kita ingin menemuinya kelak di akherat. Baik Allah mau mengganjar atau tidak, yg penting kita telah melakukan perintahnya. Begitu saja. Nah, keikhalsan seperti ini yang paling utama.

Ikhlas yang utama ini seperti terkesan dalam doanya Rabi'ah Adawiyah berikut ini.
"Tuhanku, jika sekiranya aku menyembahMU karena takut akan api neraka, masukkanlah aku ke dalamnya. Bila aku menyembahMU karena mengharap surga, jauhkanlah aku darinya. Tapi jika sekiranya aku menyembahMU karena Engkau semata (karena wajahMU yang mulia), jangan haramkan aku dari memandangNYA."

Arif Hidayat