Bernadzar

Tanya:

  1. Saya sedang menjalankan puasa nadzar selama 2 bulan (diantara waktu haid). Sekarang telah memasuki bulan ke 2. Tiba-tiba ada tanda-tanda haid (flek) padahal jadwal mens saya masih 10 hari lagi. Apa yang harus saya lakukan? Nadzar saya ; puasa di antara waktu haid selama 2 kali di antara waktu haid (aktualnya +/- 20 hari per periode).
  2. Sepupu saya mengatakan bahwa nadzar puasa begitu lama tidak baik. Benarkah? Nadzar puasa sering saya lakukan bila saya menghadapi hal yang berat, misalnya anak saya sakit/dioperasi. Nadzar apakah yang paling baik?

Irin Hartanto – Tangerang

Jawab:

Saudari Irin yang baik, Menjawab pertanyaan saudari ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Bahwa seorang muslimah/wanita tak lepas dari dua hal yang berkaitan dengan larangan beribadah (salat, puasa, haji, thawaf dll ) yaitu bila tiba masa haid dan nifas. Pada bulan Ramadhan, bila masa itu tiba tidak diperkenankan seorang muslimah melakukan puasa dan diwajibkan untuk mengqadha' atau mengganti pada hari yang lain. Maka pada puasa nadzar pun bila masa itu tiba, puasa diberhentikan dan diteruskan setelah haid berhenti hingga genap dua bulan pada hari berikutnya, karena nadzar harus dipenuhi sesuai dengan yang diucapkan.

    Adapun flek (tanda-tanda haid) yang di luar jadwal mens, dalam fiqh disebut "istihadhah". Wanita yang mengalami istihadhah ini tetap wajib menjalankan shalat dan puasa. Hanya saja disunatkan baginya untuk mandi setiap kali mau menjalankan salat fardhu, di samping mengambil wudhu.

  2. Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri pada Allah selain puasa nadzar. Hal ini biasa kita lakukan bila masa yang sempit dan sulit itu kita hadapi. Di antaranya puasa hajat 3 hari, atau salat hajat sebanyak mungkin, atau salat tahajjud, atau bahkan berbuat kebajikan dan bershadaqah …itu bisa dilakukan untuk nazar.

    Pertanyaaan Anda tentang apakah baik jika dilakukan pada waktu yang lama ….. tidak dilarang dan baik bila tidak memberatkan diri kita sendiri, karena puasa nadzar merupakan suatu ibadah namun agama tidak pernah membebani seorang hamba dengan hal yang di luar kemampuannya. Maka manakala nadzar itu memberati seperti mengganggu belajar atau bekerja yang optimal, di sana ada banyak alternatif ibadah lainya yang bisa dilakukan tanpa mengurangi pahala atau nilai ibadah itu di mata Allah. Justru suatu ibadah bisa menjadi makruh hukumnya bila mengganggu aktifitas kita yang wajib seperti bekerja, belajar dll. Nadzar atau segala bentuk pendekatan diri kepada Allah lebih afdhal jika dilakukan sesuai dengan kemampuan kita dan bisa kita lakukan dengan optimal, karena dengan ibadah semacam ini akan memacu kita untuk lebih meningkatkan ibadah dan melatih kita bertawakal kepada Allah.

Demikianlah jawaban kami. Wallahu A'lam.

Kuni Khoirunnisa