Bersilaturrahmi ke Keluarga yang Sedang Merayakan Natal

Tanya:

Assalamu'alaikum wr.wb

Pak Ustad, Saya mempunyai orang tua beragama Kristen, tetapi setelah saya menikah saya memeluk Islam pada saat Natal biasanya kami sekeluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, tetapi sekarang sejak saya masuk Islam tidak pernah lagi saya ikut berkumpul, saya tahu betapa kecewanya mereka walau saya tahu mereka selalu mendoakan saya agar menjadi orang yang baik dan beriman.

Yang saya tanyakan bagaimana sikap saya terhadap situasi seperti ini dan bagaimana hukumnya dalam agama Islam, selain itu saya khan harus tetap silahturahmi ke keluarga dan saudara.
Jawabannya akan sangat membuat saya mempunyai landasan sikap dan menentukan apa yang harus saya lakukan. Terimakasi sekali Pak Ustad.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Jawab:

Untuk menjawab pertanyaan Anda, hampir sama dengan "Tanya Jawab(68) Menyampaikan selamat Natal", tak apa-apa Anda mendatangi acara keluarga Anda itu.
Setidaknya, ada tiga alasan utama yang mendasarinya:
1. Acara keluarga untuk merayakan natal di rumah itu, tidak sepenuhnya bisa dianggap sebagai kagiatan ritual umat Kristiani. Acara tersebut, tak ubahnya acara keluarga saat Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam. Sudah tak penuh lagi nilai ritusnya. Yang ada hanyalah acara ketemu keluarga, saling mengucapkan selamat. Itu saja. Ritusnya berlangsung di gereja atau masjid. Dengan demikian, Anda bisa saja berniat dalam hati untuk bersilaturrahmi dalam acara tersebut. Karena saat itu adalah saat yang paling tepat untuk ketemu dengan segenap anggota keluarga.
2. Di antara keluarga Anda itu ada orang tua Anda. Ta'at dan menghormati orang tua adalah kewajiban bagi anak, selama keduanya tidak menyuruh kita melakukan kemunkaran/kemaksiatan (al-Qur'an Surat Luqman, ayat 12-19 mengenai interaksi terhadap orang-tua). Apalagi seperti pengakuan Anda sendiri, mereka senantiasa mendoakan Anda.
3. Kedatangan Anda ke acara mereka tidak akan melunturkan keimanan Anda. Karena keimanan itu bersangkar dan tertancap di dada. Tidak akan luntur hanya dengan mendatangi acara keluarga seperti itu.
Akan lebih bagus lagi, kalau Anda mau menegaskan bahwa kedatangan Anda di tengah-tengah mereka itu dalam rangka silaturahmi (hanya saja waktunya dibarengkan dengan perayaan Natal), bukan untuk mengikuti perayaan Natal yang mereka adakan. Dan katakan juga bahwa Anda tetap menghormati dan mencintai segenap keluarga. Walaupun antara Anda dan sebagian besar keluarga Anda telah berbeda agama, hal itu jangan sampai menimbulkan terputusnya hubungan persaudaraan. Apalagi saling timbul kebencian.
Yang sering terjadi di antara kita selama ini adalah tumbuhnya kebencian, hanya semata-mata berlainan agama. Ini jangan sampai terjadi. Jangan sampai kita mengeruhkan kejernihan keimanan kita dengan bibt kebencian.
Wallahua'lam bisshawaab.

Didik L. Hariri dan Arif Hidayat