Bisnis Valuta Asing

Pertanyaan:

Assalamu`alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, apakah bisnis valas itu haram? Dari training yang pernah saya ikuti, saya mengetahui bahwa dalam bisnis valas profesional terdapat perhitungan-perhitungan / pengamatan yang cermat terhadap data-data dan grafik (yang hampir selalu berubah tiap detik) sebelum melakukan transaksi, sehingga tidak 100% spekulasi/gambling.

Kalau pengharaman bisnis valas didasarkan atas spekulasinya, bukankah semua bisnis jual beli itu ada unsur spekulasi juga? Sekian terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Santri Virtual

Jawaban:

Assalamu`alaikum wr. wb.

Dalam sebuah hadist Rasulullah melarang jual beli emas dengan emas atau perak dengan perak kecuali sama nilainya dan cash. (H.R. Muslim dll). Valuta pada zaman sekarang mempunyai fungsi yang sama dengan emas dan perak pada zaman dulu. Bisnis valuta asing tidak berbeda jauh dengan transaksi jual beli emas dengan emas, tidak dilarang asalkan memenuhi kriteria yang dijelaskan dalam hadist tersebut, yaitu :

  1. Bila satu jenis, misalnya US dolar dijual dengan US dolar, tidak diperbolehkan berbeda nilai. Seperti menjual 100 USD pecahan dengan 100 plus 5 USD.
  2. Harus dalam bentuk cash, artinya tidak dalam bentuk piutang atau tanggungan karena ini bisa mengantarkan ke dalam transaksi riba, yaitu meminjam sejumlah uang dengan dikembalikan lebih dari jumlah yang dipinjam hanya karena tenggang waktu pengembalian.

Spekulasi yang ada dalam perdagangan tidak sama hukumnya dengan spekulasi yang ada dalam gambling, karena dalam gambling kemungkinan kerugian diderita salah satu pihak dengan telak, sedangkan dalam perdagangan bila terjadi kerugian, biasanya lebih disebabkan oleh faktor pasar yang sifatnya alami.

Wallahu a`lam. Semoga membantu.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Muhammad Niam