Cara Membalas Budi Almarhum Orang Tua

Sejak ayah meninggal , saya merasa kehilangan sekali, saya resah dan sering menangis, dan kadang merasa sangat bersalah krn belum bisa membahagiakan beliau semasa hidupnya dan cenderung kurang perhatian. Bagaimana saya harus menghadapi hal ini? Apa yg saya lakukan untuk membalas budi baiknya? Dan apakah Allah akan memaafkan dosa saya terhadap orang tua, karena belum sempat minta maaf sebelum beliau meninggal.

 

Assalamu'alaikum wr. wb. Pak Kiayi, Sejak ayah meninggal kira-kira 3 minggu yang lalu, saya merasa kehilangan sekali, saya resah dan sering menangis, dan kadang merasa sangat bersalah krn belum bisa membahagiakan beliau semasa hidupnya dan cenderung kurang perhatian. Ayah pendiam orangnya dan hanya sama saya ayah sering curhat. Saya juga kehilangan motivasi karena saya giat mencari uang karena sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan beliau yang kebetulan beliau sebelummeninggal, sakit. Bagaimana saya harus menghadapi hal ini? Apa yg saya lakukan untuk membalas budi baiknya? Dan apakah Allah akan memaafkan dosa saya terhadap orang tua, karena belum sempat minta maaf sebelum beliau meninggal. Untuk jawabannya terima kasih Jazakallahu

Arie

Jawaban:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sdr Arie yang baik,

Ada Hadits Nabi saw yang menyatakan, bahwa seluruh amal kebaikan manusia terhenti begitu wafat, kecuali 3 hal. Artinya, seseorang yang telah wafat tak bisa laku berbuat sesuatu yang dapat menghasilkan pahala, kecuali dikarenakan adanya 3 hal. Yaitu : shadaqah jariyah,a tau amal jariyah. Misalnya, kita seseorang membiayai pembangunan mushola, atau madrasah, atau sekolah, dimana selama bangunan itu dipakai dan berguna bagi khalayak umum, maka pahala mengalir terus kepada orang yang bershadaqah itu, sekalipun orangnya telah wafat. Yang kedua adalah ilmu yang bermanfaat.

Setiap ilmu (pengetahuan)yang bermanfaat bagi orang lain akan terus menghasilkan pahala bagi orang yang memberinya. Pokoknya selama ia bermanfaat. Yang ketiga adalah anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Doa seorang anak kepada orang tuanya, baik yang masih hidup maupun sudah wafat, akan terus menghasilkan pahala bagi orang tua yang mendidiknya.

Anda punya kesempatan ketiga hal di atas. Jika memang Anda merasa bersalah kepada orang tua, anda bisa mendoakannya setiap habis shalat, doanya antara lain : Allahumma ighfir li-waalidaiyya, war-hamhumaa kamaa robbayaani shoghiro. Artinya : Tuhanku, ampunilah kedua orang tuaku dan kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka mendidikku sewaktu kecil. Anda bisa berdoa menggunakan bahasa Indonesia.

Silahkan doa itu anda mintakan setiap habis shalat, baik shalat wajib maupun sunnat. Lalu, lanjutkan dengan berkirim surat al-Fatihah kepada beliau-beliau. Intinya : bacalah surat al-Fatihah, dan nyatakan (cukup dalam hati) bahwa pahala bacaan itu diperuntukkan buat orang tua anda.

Yang juga bisa anda lakukan adalah, anda bershadaqah, berapapun nilainya, sekalipun cuman 100 rupiah, dan niatkan bahwa shadaqah itu atas nama orang tua anda. Mohonkan kepada Allah swt bahwa pahalanya buat orang tua anda. Anda juga bisa mengingat kembali siapa-siapa saja famili saudara orang tua anda, maka dekatilah mereka semua, berbaik-baiklah kepada mereka. Bukan hanya famili orang tua anda saja, tetapi juga teman dekatnya, semuanya anda kasihi, sebagaimana anda mengasihi orang tua anda.

Dengan jalan-jalan itu, yakinlah bahwa INSYA ALLAH, Allah swt akan mendengarkan kemauan anda, dan arwah orang tua anda akan selalu bahagia di alamnya sana. Kalau anda ada kesempatan, silahkan undang tetangga anda, untuk membacakan surat Yasin yang pahalanya diperuntukkan buat orang tua anda. OK, ini dulu dari kami, silahkan kontak lagi jika ada yang diperlukan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Luthfi Thomafi