Cara Membasuh Kasut

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bagaimanakah cara wudhu seorang askar mengikut madzab Syafi'i? Kalau dalam perjalanan selama 3 hari kita dibolehkan menyapu di luar kasut, bagaiman pula kita seorang askar yang waktu latihan tidak tentu masa?
Sekian terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Mohammad Husni Halim – Singapura

Jawab:

Disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda sesuai dengan Mazhab Syafi'i.

Menyapu diluar kasut (khuf) dibolehkan sebagai pengganti membasuh kaki. Untuk lebih jelasnya saya akan menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan dibolehkannya menyapu diluar kasut.

Cara memakai kasut yang memenuhi persyaratan -karenanya kita boleh membasuhnya sebagai pengganti membasuh kaki- adalah :

  • (a) saat memakai kasut harus dalam keadaan suci.
  • (b) kasut tersebut bisa dipakai untuk berjalan (kuat), menutup semua mata kaki, dan dapat menahan masuknya air.
  • (c) dan tentunya kasut tersebut harus suci.

    Jika persyaratan diatas tak terpenuhi kita tidak boleh membasuh kasuh sebagai ganti membasuh kaki.

    Adapun masa yang dibolehkan menyapu diluar kasut, untuk orang yang tidak musapir dibolehkan selama satu hari satu malam sementara bagi orang yang musafir dibolehkan selama tiga hari tiga malam.

    Ketentuan bolehnya membasuh kasut tsb berlaku selama tiga hari, terhitung sejak hadas pertama kali setelah memakai kasut. Jadi, setiap tiga hari (tiga malam)harus memperbaharui: kasut dibuka lagi dan kita wudhu seperti biasa (membasuh kaki).

    Saya kira Anda bisa menentukan apakah kepergian Anda ke tempat latihan itu termasuk musafir atau tidak. Jadi, misal, tempat latihan itu jauh dari asrama (tempat tinggal askar) ya berarti masa dibolehkannya membasuh kasut selama 3 hari (3 malam). Bila tidak, ya berarti hanya sehari-semalam (24 jam).

    Baik 3 hari (3 malam) atau 1 hari (1 malam), saya kira ada masa untuk berwudhu seperti biasa sekali saja. Sisanya cukup membasuh kasut saja.

    Perlu diingat juga, ketentuan 3 hari (3 malam) atau 1 hari (1 malam) tersebut jika kita tidak melakukan hal-hal berikut ini:

  • (1) melepas kasut
  • (2) berhadas besar (yang mewajibkan mandi)

    Seandainya kita melepas kasut pada hari ke-2, maka hitungan 3 hari (3 malam) harus diulang lagi. Demikian, Wallahua'lam bisshawaab.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.
    Zulfakar Ali Muhammad