Diterimakah Puasanya Orang yang Meninggalkan Salat?

Tanya:

Assalamu’alaikum wr.wb.
pertanyaan :
Bagaimana hukumnya orang puasa pada bulan Ramadhan tetapi dia tidak mengerjakan shalat?
Seperti kita ketahui bahwa rukun islam ada lima : syahadat, salat, zakat, puasa, haji. Saya pernah mendengar pendapat bahwa orang yang salat adalah orang yang telah membaca syahadat (orang islam). Kemudian orang yang membayar zakat adalah orang yang telah mengerjakan salat. Demikian seterusnya dengan tidak boleh dilompati jika mampu. Dari sini saya berkesimpulan bahwa orang berpuasa tanpa mengerjakan salat maka puasanya tidak diterima oleh Allah swt. Benarkah kesimpulan saya? mohon jawaban.

Wassalamu’alaikum wr.wb.
Kakung W.

Jawab:

Semua orang Islam (yang telah mengikrarkan syahadat) tentu dituntut untuk melaksanakan semua rukun yang lain: salat, zakat, puasa, dan haji. Menyangkut permasalahan orang yang meninggalkan salah satu rukun itu dengan sengaja, pendapat ulama berbeda-beda. Ada yang mengatakan "barang siapa meninggalkan salah satu dari rukun itu maka ia kafir." Ada lagi yang bilang "bagi yang meninggalkan salat dan tidak mau membayar zakat saja yang kafir." Yang lain lagi bilang "hanya orang yang sengaja meninggalkan salat itulah yang kafir."

Semua pendapat di atas, tentu tidak tersisa lagi dalam anggapannya bahwa orang yang meninggalkan salat dengan sengaja akan diterima puasanya. Karena orang kafir itu semua amalnya ditolak. Maka puasanya pun tidak diterima.

Ada pendapat lain lagi yang mengatakan sekedar fasik, selama dia tidak mengingkari bahwa salat itu wajib adanya. Hanya saja karena kemalasannya, belum terbiasa, atau belum bisa, sehingga ia tidak melakukan salat. Orang seperti ini mempunyai secercah keimanan dalam kalbunya, namun karena masih sangat lemah, perlu terus disirami, dirawat, dan dirabuk. Ia berdosa besar, karena meninggalkan sesuatu yang diyakininya wajib. Dan sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal seseorang, amal apa saja, selama itu dilakukannya dengan ikhlas.

Arif Hidayat