Doa Qunut waktu Salat Witir dan Menyalurkan Fidyah

Assalamualaikum Wr. Wb.
Pak Ustadz saya mau tanya:

  1. Kalau saya ingin membayarkan fidyah harus kemana? Apakah sama dengan zakat fitrah, diserahkan ke panitia zakat fitrah? Bolehkah saya serahkan langsung ke orang yang saya rasa memerlukan dan sebenarnya termasuk penerima zakat (janda manula)?
  2. Kemarin di rakaat akhir salat witir, Imam memakai doa seperti doa qunut setelah i'tidal, terus terang seumur hidup baru sekali saya mengalami, bisa diterangkan apa maksud imam tersebut?

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz saya mau tanya:

  1. Kalau saya ingin membayarkan fidyah harus kemana? Apakah sama dengan zakat fitrah, diserahkan ke panitia zakat fitrah? Bolehkah saya serahkan langsung ke orang yang saya rasa memerlukan dan sebenarnya termasuk penerima zakat (janda manula)?
  2. Kemarin di rakaat akhir salat witir, Imam memakai doa seperti doa qunut setelah i'tidal, terus terang seumur hidup baru sekali saya mengalami, bisa diterangkan apa maksud imam tersebut?

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Biantoro

Jawaban:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Sdr. Biantoro

Pertanyaan pertama, membayarkan fidyah adalah kepada fakir miskin. Boleh juga diserahkan kepada panitia zakat, namun harus dibedakan niyatnya dengan zakat fitrah. Demikian pula boleh didistribusikan sendiri kepada orang yang memerlukan (fakir miskin).

Pertanyaan kedua, boleh saja imam membaca qunut pada rakaat ketiga salat witir.

Membaca doa Qunut dalam shalat witir, ulama berbeda pendapat:

  1. Mazhab Syafi'i mengatakan membaca qunut pada salat witir hanya dilakukan tanggal 15 ke atas bulan Ramadhan. Ini berlandaskan kepada Ubay bin Ka'b yang melakukan demikian.
  2. Mazhab-mazhab lain men-sunnah-kan doa qunut, setiap shalat witir sepanjang tahun. Karena hadis yang menceritakan bahwa Nabi mengajari Hasan dan Husain bacaan qunut witir. (H.R. Ashab sunan).
  3. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa qunut witir tidak disunnahkan karena Rasulullah tidak pernah melakukannya.

Jadi kemungkinan Pak Imam, memakai pendapat kedua, sebaiknya makmum mengikuti saja apa yang dilakukan imam.

Wassalam

Muhammad Niam