Dua Gerhana di Bulan Ramadhan

Sahabat-sahabat sekalian dapat kiranya sesiapa antara kita yang boleh memberi panduan kaitan akan terjadinya gerhana tersebut dengan fakta dibawah. Seperti yg diriwayatkan oleh Imam Ja'afar Sadiq : " kehadiran Imam Mahadi di kalangan umat manusia dibuktikan dgn berlakunya gerhana bulan & matahari dalam satu bulan yg suci, yg tidak pernah terjadi sebelumnya sejak kelahiran Nabi Muhammad s.a.w" (Ikmal Al-Din m.s 361)

Tanya Jawab (434) Dua Gerhana di Bulan Ramadhan Assalamu'alaikum wrwb, Yang terhromat Bpk Ustadz,.. Kenapa ya kalau saya suka kirim pertanyaan ke sini kok kadang kadang nggak di balas. Apa ada yang kurang/salah dari saya. Contoh pertanyaan saya bulan Agustus lalu belum dapat respose dari pak Ustadz. Wassalam Ahdan S

====================== Oleh itu kepada sahabat-sahabat sekelian dapat kiranya sesiapa antara kita yang boleh memberi panduan kaitan akan terjadinya gerhana tersebut dengan fakta dibawah. Seperti yg diriwayatkan oleh Imam Ja'afar Sadiq : " kehadiran Imam Mahadi di kalangan umat manusia dibuktikan dgn berlakunya gerhana bulan & matahari dalam satu bulan yg suci, yg tidak pernah terjadi sebelumnya sejak kelahiran Nabi Muhammad s.a.w" (Ikmal Al-Din m.s 361) ======================

——- Jawab ——-

Sdr. Ahdan,

Kami meminta kemakluman Saudara. Di samping waktu dan tenaga kami terbatas, pengetahuan kami pun terbatas. Kami perlu melacak informasi-informasi bagi hal-hal yang bagi kami terasa baru dan baru kami ketahui. Berkaitan dengan pertanyaan Saudara, baik yang mempercayai maupun yang tidak mempercayai, sedang dalam keadaan menunggu. Menunggu dengan deg-degan. 🙂 Baiklah kami sampaikan jawaban untuk Saudara berdasarkan pengetahuan kami. Jawaban ini menjadi sangat tergantung dengan keyakinan dan kepercayaan kita terhadap aliran-aliran agama yang ada saat ini. Kami akan menyampaikannya berdasarkan aliran yang berlaku mayoritas, yang biasa dikenal dengan Ahlussunnah wal Jama`ah. Dasar yang digunakan untuk menyatidakan kehadiran Imam Mahdi ini (sesuai emAIl yang Anda kirimkan) adalah ucapan yang diriwayatkan oleh Imam Ja`far al-Shadiq. Tidak dijelaskan, ucapan tersebut dari Nabi atau bukan.

Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama`ah, yang bisa dijadikan dasar dalam beragama adalah Al-Qur'an, Sunnah atau Hadis Nabi, Ijmak dan Qiyas atau analogi hukum. Jika mengacu ke sini maka ucapan Imam Ja`far al-Shadiq bukan menjadi pegangan dalam menentukan hukum atau kejadian yang bersifat keagamaan. Artinya, ucapan Imam Ja`far tersebut ada kemungkinan benar dan ada kemungkinan salah.

Kita tidak wajib meyakini atau membenarkannya, juga tidak wajib mendustiadakan atau menyalahkannya. Biarlah zaman yang membuktikan. Paling tidak, kita bisa menunggu kebenaran ucapan ini minimal 40 tahun lagi. Karena siapa tahu pada tanggal yang di maksud Imam Mahdinya sedang dilahirkan. Jika ternyata nanti benar, dan dia benar-benar sosok seperti yang digambarkan dalam Hadis-Hadis maka tidak ada salahnya kita mengikutinya. Sementara dalam keyakinan penganut paham Ahlussunnah wal Jamaah (Imam Ja`far adalah salah satu imam Syiah yang diikuti oleh penganut paham Syiah. Dan menurut paham Syiah, Imam dan ucapannya adalah maksum, tidak mungkin salah) dasar yang tidak mungkin salah adalah Al-Qur'an, Sunnah atau Hadis Nabi dan Ijmak–kalau Qiyas, ada kemungkinan salah karena ia merupakan hasil analogi individual ahli hukum.

Nah, dalam masalah gerhana ini Ahlissunnah wal Jamaah meyakini berdasarkan Hadis Nabi, bahwa "Gerhana matahari maupun bulan–baik sendirian maupun bersamaan, di waktu kapan pun–merupakan satu di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Ia tidak terjadi karena mati atau lahirnya seseorang di antar kita. Ia murni kejadian alam yang dikehendaki oleh Allah. Tidak harus disangkut pautkan dengan kelahiran atau kematian sesuatu atau seseorang. Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim dll,d ari Ibnu Umar r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda:" Ssungguhnya matahari dan rembulan mengalami gerhana tidak karena kematian atau kelahiran seseorang, tetapi keduanya merupakan tanda kebesaran Allah. Apabila kalian menyaksikan gerhana, maka berdo'alah, kumandangkan takbir, dan dirikanlah sholat serta bersedekahlah…" Wallahu a`lam.

Demikian, semoga membantu. S

alam, Shocheh