FAS’AUU ILAA DZIKRILLAH

Setiap hari Jum'at, satu kali dalam seminggu kita berkumpul di masjid, salah satu tempat yang sangat Allah mulyakan. Kita berkumpul untuk mempersaksikan kebersamaan kita, kesatuan langkah kita, keutuhan umat kita. Allah SWT yang menciptakan kita, sangat megetahui sekecil apapun yang kita butuhkan. Salah satunya adalah kebutuhan akan kebersamaan. Kita tidak mungkin mampu membangun apapun tanpa sebuah kebersamaan. Untuk membangun sebuah rumah gubuk saja kita butuh orang lain. Apalagi membangun agama Allah, risalah suci, yang pasti akan menghadapkan kita kepada berbagai ujian dan cobaan. Semuannya itu sangat membutuhkan kebersamaan. FAS'AUU ILAA DZIKRILLAH Saudaraku, Setiap hari Jum'at, satu kali dalam seminggu kita berkumpul di masjid, salah satu tempat yang sangat Allah mulyakan. Kita berkumpul untuk mempersaksikan kebersamaan kita, kesatuan langkah kita, keutuhan umat kita. Allah SWT yang menciptakan kita, sangat megetahui sekecil apapun yang kita butuhkan. Salah satunya adalah kebutuhan akan kebersamaan. Kita tidak mungkin mampu membangun apapun tanpa sebuah kebersamaan. Untuk membangun sebuah rumah gubuk saja kita butuh orang lain. Apalagi membangun agama Allah, risalah suci, yang pasti akan menghadapkan kita kepada berbagai ujian dan cobaan. Semuannya itu sangat membutuhkan kebersamaan. Dalam setiap salat fardhu, kita siunnahkan untuk meneggakkannya di Masjid secara berjamaah. Jauh sebelumnya Rasulullah SAW telah memberikan sugesti bahwa salat berjamaah lebih utama dari salat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat (HR. Bukharj Muslim, lihat Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi, Nomer Hadits: 1064, Bab Fadhlu shalatil jamaah ). Imam Nawawi menyebutkan sebuah Hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah pernah berniat untuk membakar rumah salah seorang sahabat yang tidak melakukan salat Jamaah di Masjid. (perhatikan Hadits Nomer : 1068 ). Sholat berjamaah, selain mendatangkan pahala juga mencerminkan kebersamaan. Dari sini terlihat betapa Islam sangat menegaskan akan pentingnya kebersamaan. Kebersamaan yang utuh tanpa keretakan dan permusuhan. Di antara kita mungkin ada yang selalu lalai melaksanakan salat berjamaah dalam salat fardhu yang lima waktu, karena alasan bahwa dilakukan sendirian juga sah. Iu tidak berlaku dalam Salat Jum'at karena tidak sah dilakukan sendirian. Iman Ibn Katsir menyebutkan: dikatakan salat Jum'ah, karena kaharusan berkumpulnya manusia di hari itu. ( Tafsir Qur'anil Adzim , Ibn Katsir : 4/570, Bairut, 1986 ). Dari hakikat ini, ajaran Islam menanamkan keharmonisan antar kelompok umat Islam, dan antar pribadi dalam masing-masing kelompok yang ada. Islam tidak melarang anda berkelompok, tapi yang dicela oleh Islam adalah perpecahan yang membuat kekuatan umat ini menjadi rapuh, sehingga musuh-musuh Allah sangat mudah menyebarkan virus-virus yang merusak kemanusiaan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an : " Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum'at, maka segerlah kamu kepada mengingat Allah dan tinggakanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahu. Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak seupaya kamu beruntung " ( QS. 62:9-10 ). Ayat ini dari segi temanya mebicarakan salat Juma'ah, tetapi dari segi maknanya ada sisi yang sangat dalam dan sangat penting untuk kita renungkan, yaitu bahwa Dakwah Islamiyah benar-benar tegak di atas fondasi yang sangat kuat, di mana fondasi ini harus selalu tercermin secara utuh : Pertama, fondasi iman, (Hai orang-orang beriman ). Kedua, fondasi amal saleh (sembahyang pada hari Jum'at, dan mengingat Allah ). Ketiga, kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah yang utuh dan, seperti kita menegakkan salat jum'ah bersama-sama dalam saf yang rapat bagaikan bangunan yang kokoh, satu kesatuan yang tak terpisahakan. Kalimat " fas'au " dalam ayat, yang berarti segeralah, mengandung tekanan bahwa dalam hal menegakkan kebersamaan ini adalah sangat mendesak. Jangan ditunda-tunda lagi. Karena perpecahan yag berkepanjangan tidak hanya akan melahirkan kelemahan dan kehancuran dalam tubuh umat ini, melainkan juga akan menyebabkan kehancuran kemanusiaan di seluruh dunia. Salah satu rahmat Islam, seperti terlihat pada ayat di atas, bahwa setelah melakukan salat Jum'ah Allah memerintahkan untuk menyebar dalam urusan dunia. Di sini nampak betapa Islam tidak membadakan anatara urusan ibadah (salat Jum'at ) dan urusan dunia ( mencari penghidupan ). Semuanya saling berkaitan. Dalam satu rangkaian ibadah kepada Allah. Semuanya saling melengkapi, tidak ada yang mesti disepelekan. Sudah saatnya kita menghidupkan ruh salat jumat ini dalam kehidupan keumatan kita, ruh yang menyebarkan kedamaian dan kebersamaan.