Diupdate terakhir: 25 September 1999
   Pesantren Virtual -> Fikih Keseharian -> Cara Menebus Dosa Sebelum Masuk Islam

Cara Menebus Dosa Sebelum Masuk Islam
Oleh KH. A. Mustofa Bisri
Seri ke-12, Selasa, 31 September 1999


Tanya:
Pak Mus, perkenankanlah kami ikut-ikutan mohon penjelasan. Pertanyaan kami yaitu:

Saya masuk Islam dengan sesungguhnya pada tahun 1977. Sebelum itu banyak kekhilafan dan banyak larangan Islam yang kami langgar dengan sadar, bagaimana cara menebus kesalahan yang lalu itu?

Sekian dulu pertanyaan kami, lain kali masih banyak pertanyaan, supaya kami betul-betul tahu pasti akan ajaran Islam yang benar. Terima kasih atas penjelasan Pak Mus.

K. Ronggo S.
Asrama Mrican, Semarang


Jawab:
Mengenai kesalahan dan pelanggaran yang telah lalu, menebusnya --apabila sudah beriman-- "mudah". Tinggal bertobat kepada Allah, menyesali kesalahan itu dengan sesungguhnya dan berjanji dengan diri sendiri untuk tidak mengulanginya. Allah itu 'kan Maha Pengasih dan Pengampunan. Banyak sekali ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa di hadapan kesalahan dan dosa hamba-Nya, Allah tetap Maha Pengasih dan Maha Pengampun.

Allah tidaklah pemarah dan pendendam, bahkan lebih dari itu, menyukai hamba-hamba-Nya yang minta ampun (beristighfar) kepada-Nya. Firman Allah:

QS 3. Ali Imran: 135
"Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka --dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah-- dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS 3. Ali Imran: 135)

QS 4. An-Nisaa: 110
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 4. An-Nisaa: 110)

QS 6. Al-An'am: 54
"Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 6. Al-An'am: 54)

QS 7. Al-A'raaf: 153
"Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah tobat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 7. Al-A'raaf: 153)

QS 25. Al-Furqaan: 70-71
"Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertobat dengan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia itu bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya." (QS 25. Al-Furqaan: 70-71)

Bahkan kepada Rasulnya, Allah berfirman:

QS 39. Az-Zumar: 53
"Katakanlah Muhammad,kepada hamba-hamba-Ku yang keterlaluan terhadap diri mereka sendiril Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 39. Az-Zumar: 53)

Bila disimpulkan, kunci penebus dosa atau kesalahan adalah: beriman, beristighfar, dan beramal saleh. Wallaahu A'lam.
[]
Ikuti juga risalah-risalah ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda:
  Halaman Yang Berhubungan
Fikih Keseharian Terbaru
Fikih Keseharian Selanjutnya(13)
Fikih Keseharian Sebelumnya(11)
Biografi KH.A. Mustofa Bisri