Nasihat Haji Oleh KH. A. Mustofa Bisri
Seri ke-30, Jum'at, 1 Oktober 1999
Tanya:
Pak Mus, Alhamdulillah, tahun ini, insya Allah saya akan berangkat haji, menunaikan rukun Islam kelima. Berkenan dengan itu, selain minta restu, sudilah Pak Mus memberikan nasihat dan saran ala kadarnya. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
A. Latief
JPR
Jawab:
Alhamdulillah. Saya ikut bersyukur dan mendoakan mudah-mudahan Anda dan segenap
jamaah haji kita senantiasa mendapat taufik dan hidayah Allah, selamat
sejak kepergian sampai kembali lagi ke tanah air, dikaruniai kesehatan
lahir batin sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan diterima oleh Swt.
Saran saya sedikit saja, ya. Kan sudah ditatar. Ini:
Hendakanya niat ditoto sebaik-baiknya dan seikhlas-ikhlasnya.
Perlu saya ingatkan bahwa ibadah haji, tidak seperti shalat,
lebih mengandalkan 'laku'nya daripada bacaan-bacaannya. Ini saya
ingatkan karena tidak jarang saya jumpai jamaah yang terlalu
konsentrasi pada bacaan-bacaannya plu tetek-bengek lainnya,
lalu lupa memperhatikan 'laku' ibadah yang satu ini yang
justru paling penting untuk keabsahannya. Misal yang
paling sering terjadi, melempar Jumrah dari kejauhan dan
seenaknya (bahkan acap kali malah kena kelapa orang!).
Berdasarkan pengalaman, ini penting: pengendalian diri mesti
lebih diperketat. Maklum kumpul orang banyak yang bermacam-macam
adatnya, ditambah faktor iklim dan sikon lainnya, kadang-kadang
kita jadi tidak sabaran. Padahal Allah dalam kitab suci-Nya, sudah
wanti-wanti kepada orang yang seperti Anda sekarang ini,
agar dalam waktu mengerjakan haji, tidak bertengkar (jidal), di
samping tidak mengeluarkan kata-kata yang membangkitkan birahi
(nafsi), dan berbuat kefasikan (fusuq). Seperti dalam firman-Nya:
"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal."(QS 2. Al-Baqarah: 197)
Jangan lewatkan kesempatan untuk berdoa di tempat-tempat mustajab, seperti di Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah), di Arafah, dan sebagainya.
Dan last but not least, jagalah kesehatan baik-baik. Apalagi kabarnya
di sana suhu saat ini panas sekali. Jangan segan-segan berkonsultasi dengan
Tim Kesehatan. Tanya dan ikuti nasihat dokter. Kalau sampai sakit, Anda sendiri
yang rugi, baik dari segi ibadah atau lainnya. Nah, ini saja. Selamat
Beribadah Haji. Hajjan mabruura, wa sa'yan masykuura, wa dzanban maghfuura, wa tijaratann lam tabuura! []
[]
Ikuti juga risalah-risalah ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: