Diupdate terakhir: 17 Desember 1999
   Pesantren Virtual -> Fikih Keseharian -> Apa itu Lailatul Qadar

Apa itu Lailatul Qadar
Oleh KH. A. Mustofa Bisri
Seri ke-46, Kamis, 9 Desember 1999


Tanya:
Pak Mus, di bulan puasa, saya sering mendengar orang berbicara mengenai Lailatul Qadar. Saya pernah mendengar kawan mengatakan: "Wah, tampaknya malam ini malam Lailatul Qadar," dan yang lain mengatakan: "Saya baru saja mendapat Lailatul Qadar" dan seterusnya.

Apa sih sebenarnya Lailatul Qadar itu?

Purnomo
Ungaran


Jawab:
Lailat atau Lailah artinya malam dan al-qadar artinya mulia. Jadi, Lailat al-Qadar (biasa kita lafalkan: Lailatul Qadar secara harfiah berarti malam mulia atau malam kemuliaan).

Dalam surah ke-97 Al-Quran, surah Al-Qadr, disebutkan:

"Malam Qadr lebih baik dari seribu bulan". (QS 97. Al-Qadr: 3)

Dan hadis Nabi pun banyak mengenai malam istimewa ini. Maka tidak mengherankan, bila sejak dulu, orang banyak membicarakannya, terutama jika puasa Ramadhan sudah mencapai separuh bulan.

Menurut Al-Quran, di surah 97 tadi, malam al-Qadr adalah malam di mana Allah menurunkan Al-Quran. Tentu saja malam di mana Al-Quran turun, adalah malam yang sangat istimewa, terutama bagi hamba Allah. Bayangkan. Allah Yang Maha Besar Yang menciptakan segala, berkenan berfirman kepada kita, makhluk yang sangat kecil dan lemah ini. Mengistimewakan kita dari makhluk-makhluk-Nya yang lain dengan memberikan tuntutan dan pedoman hidup bagi kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.

Maka untuk memperingati malam yang luar biasa itu, sudah sepatutnyalah kita mengistimewakannya dengan mengisinya dengan njungkung (tekun beribadah) yang lebih dalam. Rasulullah Saw. sendiri, seperti dikatakan istrinya 'Aisyah r.a., jika memasuki hari-hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan, lebih bersungguh-sungguh dalam menghidup-hidup malam dengan ibadah. Beliau bangunkan seluruh keluarganya agar melakukan hal yang sama, meningkatkan taqarrub, pendekatan, kepada Allah.

"Apabila telah masuk sepuluh yang akhir di bulan Ramadhan, Nabi Saw. lebih giat menghidup-hidupkan malamnya dengan beribadah; beliau bangunkan keluarganya, beliau lebih tekun, dan beliau kencangkan ikat pakaiannya." (HR. Muslim)

Kalau kemudian banyak di antara kita yang berbicara tentang malam itu dengan mengait-ngaitkan dengan adanya semacam barakah yang akan diperoleh oleh mereka yang ngepasi malam tersebut, itu adalah wajar. Kita memang lebih senang kan berbicara soal kepentingan kita katimbang kewajiban kita?!

Yang jelas memang ada hadis Nabi Saw. yang berbunyi:

"Barangsiapa njungkung beribadah pada malam Qadr dengan sepenuh iman dan semata-mata mencari keridlaan Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang sudah-sudah." (HR. Muslim)

Adapun kapan pasnya malam Qadr tersebut, ulama berbeda pendapat. Tapi saya bisa memastikan, jika Anda njungkung ibadah setiap malam, selama bulan Ramadhan, Anda pasti bisa ngepasi malam istimewa tersebut.

Wallaahu A'lam

[]
Ikuti juga risalah-risalah ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda:
  Halaman Yang Berhubungan
Fikih Keseharian Terbaru
Fikih Keseharian Sebelumnya(45)
Fikih Keseharian Sesudahnya(47)
Biografi KH.A. Mustofa Bisri