Diupdate terakhir: 17 Desember 1999
   Pesantren Virtual -> Fikih Keseharian -> Waktu Makan Sahur

Waktu Makan Sahur
Oleh KH. A. Mustofa Bisri
Seri ke-48, Senin, 13 Desember 1999


Tanya:
Mohon jawaban pertanyaan dari Pak KH. A. Mustofa Bisri. Begini, Pak Kiai: pada wkatu puasa, kadang-kadang saya makan sahur pukul sebelas malam, menjelang tidur. Padahal umumnya orang makan sahur setelah tengah malam, bahkan menjelang imsak. Sebetulnya mana yang benar? Atau kapan yang paling baik kita makan sahur?

Ferza Gautama
Jl. Ganesha, Kudus


Jawab:
Dik Ferza, seperti kita ketahui, agama kita itu sering disebut agama fitrah. Agama yang cocok dengan naluri kita. Agama yang tidak memberatkan kita, manusia. Salah satu contohnya ya kewajiban puasa itu. Coba perhatikan anjuran atau yang dianggap utama dalam puasa itu. Dalam puasa, bukan saja dianjurkan berbuka dan sahur; tapi malah disunnahkan untuk cepat-cepat berbuka dan mengakhirkan sahur. Seperti Sabda Rasulullah Saw.:

"Berbahagialah selalu orang-orang yang menyegerakan berbuka." (HR. Muslim dari Sahl bin Sa'd r.a.)

"Umatku selalu di dalam kebaikan selama mereka bersegera berbuka puasa dan mengakhirkan makan sahurnya." (HR. Ahmad)

Kalau dipikir-pikir ini kan memang "mempertimbangkan" naluri kita. Setelah lapar dan haus seharian, kita disuruh cepat-cepat berbuka. Dan agar kita lebih tahan berpuasa, kita dianjurkan mengakhirkan sahur.

Sahur jam 10 atau jam 11 malam ya boleh-boleh saja, tapi untuk persiapan siangnya, kan enakan sahur di akhir malam. Dapat kesunnahan lagi. Ya kan? Selamat Berpuasa Ramadhan.

[]
Ikuti juga risalah-risalah ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda:
  Halaman Yang Berhubungan
Fikih Keseharian Terbaru
Fikih Keseharian Sebelumnya(47)
Fikih Keseharian Sesudahnya(49)
Biografi KH.A. Mustofa Bisri