Diupdate terakhir: 24 Januari 2000
   Pesantren Virtual -> Fikih Keseharian -> Rasanya Salat Yang Diterima Allah

Rasanya Salat Yang Diterima Allah
Oleh KH. A. Mustofa Bisri
Seri ke-57, Senin, 24 Januari 2000


Tanya:
Pak Mus, orang sudah mengerjakan ibadah dan amal menurut perintah Allah dan juga menjauhi larangan-larangan-Nya. Bagaimana rasanya di dalam salat kalau sudah diterima Allah? Mohon penjelasan dan terima kasih.

Machmud
Kranggan, Kaliwungu

Jawab:
Saudara Machmud, terus terang saya kurang paham dengan apa yang Anda tanyakan. Saya hanya menduga Anda menanyakan bagaimana "rasanya" salat yang diterima Allah.

Salat yang diterima Allah tentu saja, salat yang dikerjakan sesuai dengan ketentuan-ketentuannya dan dilakukan dengan ikhlas serta khusuk. Orang yang khusuk dalam salatnya, tidak lagi sempat mempersoalkan salatnya diterima atau tidak oleh Allah. Dia hanya merasakan nikmatnya salat. Bagaiman tidak nikmat? Ketemu kekasih saja nikmat, apa pula sowan di hadapan Yang Maha Kasih.

Tapi benarkah ini yang Anda tanyakan, Mas Machmud?

Wallaahu A'lam[]


[]
Ikuti juga risalah-risalah ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda:
  Halaman Yang Berhubungan
Fikih Keseharian Terbaru
Fikih Keseharian Sebelumnya(56)
Fikih Keseharian Sesudahnya(58)
Biografi KH.A. Mustofa Bisri