Horoskop

Tanya:

Ass. Wr. Wb.

Saya bekerja pada perusahaan internet, yang dua bulan lalu telah meluncurkan produknya. Permasalahannya adalah, salah satu komponen dalam internet terbut adalah "Horoskop" atau ramalan bintang.

Agar bisnis ini bersih, maka saya menghilangkan komponen Horoskop tersebut dari Internet. Tetapi, komponen yang merupakan kurang 1% dari seluruh komponen Internet saya tersebut telah ikut andil dalam penghasilan yang saya terima dalam waktu dua Bulan, walaupun Insya Allah pada bulan ketiga nanti sudah dihilangkan.

Pertanyaan saya adalah, apa yang harus saya lakukan terhadap penghasilan saya yang dua bulan tersebut? Apakah harus dipotong sebesar 1% dari keseluruhan nilai, ataukah semuanya harus dihilangkan, dengan mengambil gaji dua bulan berikutnya (hampir semua gaji tersebut sudah saya gunakan untuk membayar utang).

Terima kasih atas perhatiannya.

Wass. wr. wb.

M. Zamrudin Solichin

Jawab:

Horoskop atau ramalan bintang merupakan hal yang dilarang agama, karena termasuk bisikan syetan yang bisa membuat orang bingung dan ragu akan kehendak Allah. Allah berfirman, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam dan siang, matahari dan bulan. Jangan kamu sekalian bersujud (menyembah) matahari atau bulan. Bersujudlah pada Allah yang telah menciptakan mereka, jika kamu memang benar-benar hanya menyembah-Nya".

Bahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid menyebutkan bahwa barang siapa mempercayai ramalan tentang hari esok, maka ia telah kafir pada Allah dan beriman pada bintang-bintang.

Dengan demikian, segala pendapatan yang diperoleh dari usaha horoskop termasuk harta haram, yaitu harta yang diperoleh dari jalan yang tidak diridhoi oleh Islam serta tidak dibenarkan dalam Islam. Mengenai status zakat atau shadaqahnya Nabi, Nabi bersabda, "Allah tidak menerima kecuali dari (harta) yang baik". (HR Bukhari). Redaksi lain, "Tidak diterima shadaqah (zakat) dari harta ghalul (harta yang didapat tidak dengan cara haq-red)". Termasuk jenis harta ini juga adalah pendapatan hasil curian, korupsi, penipuan, perjudian dan usaha-usaha illegal lainnya.

Berpijak dari aturan main ini, pendapatan haram ini tidak dizakati dan pelakunya berdosa. Selanjutnya, ia harus menyerahkan pendapatan haram tersebut yang berhak atau negara.

Kaitannya dengan kasus Anda di atas, Anda sudah mengambil langkah positif sebagai implikasi taubatan nashuha dengan menghilangkan komponen horoskop dalam usaha internet Anda. Nabi bersabda, "dan ikutilah (tutupi) kejelekan dengan kebaikan, karena ia akan menghapusnya".

Selanjutnya untuk membersihkan pendapatan Anda, Anda hanya tinggal memisahkan jumlah pendapatan horoskop yang dua bulan tersebut (bukan total pendapatan gaji dua bulan -red) dari keseluruhan total pendapatan usaha internet untuk kemudian dikeluarkan zakatnya di akhir tahun, sehingga harta zakat Anda benar-benar bersih dan diterima Allah.

Mengenai prosentase pendapatan horoskop 2 bulan yang harus dipisahkan dari total pendapatan ini, Anda sendirilah yang bisa meghitung. Jika memang pembukuan Anda menunjukkan hanya 1 % saja, prosentase inilah yang harus dipisahkan untuk kemudian Anda salurkan/sumbangkan untuk kepentingan umum (misal ke rumah jompo). Tapi, jika memang Anda kesulitan memprosentasekan pendapatan horoskop ini dari total pendapatan, karena memang tidak bisa terdata jelas, maka Anda tinggal mengira-ngirakannya. Yang terpenting kita telah menghapusnya dengan amalan kebaikan.

Wassalam
Kamran Asad Irsyady