Hukumnya Membaca Basmalah dalam Salat

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Maaf, langsung saja. Apakah di dalam pelaksanaan salat, kalimat bismillahirrahmannirrahim diperlukan?
Dasarnya apa? Terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Rema Suwenda

Jawab:

Yang Anda maksudkan basmalahnya Fatihah, bukan? Kalau betul, itu demikian:
Menurut mazhab Syafi'iyah basmalah wajib dibaca, karena basamalah bagian dari surat Fatihah, ayat pertama. Berdasarkan satu riwayat bahwa Rasulullah saw. menghitung ayat-ayat Fatihah sebanyak tujuh,
termasuk basmalah. [HR. Bukhari] Dalam riwayat lain Nabi bersabda. "Bila engkau membaca alhamdulillah…(Fatihah, maksudnya –red), maka bacalah bismillahirrahmanirrahim, karena itu
merupakan Ummul Qur'an dan Ummul Kitab serta termasuk tujuh ayat Fatihah."
[HR. Daar Quthny]

Masih menurut Syafi'iyah, dianjurkan membaca basmalah dengan keras sekiranya terdengar makmumnya di semua salat jahriyah (salat-salat yang disunatkan mengeraskan bacaan-bacaannya [Fatihah dan surat-surat
setelahnya]: Maghrib, Isya', Subuh, Jum'at). Dikisahkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw. membaca basmalah dengan jelas (terdengar jama'ahnya –red). [HR. Bukhari dan Muslim]

Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat basmalah tidak harus dibaca dalam salat, karena tidak termasuk ayat Fatihah, juga surat-surat lainnya dalam al-Qur'an (kecuali an-Naml pada pertengahan surat). Pendapat ini berdasar pada riwayat Sahabat Anas ra. "Aku salat bersama Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar dan Usman ra, tak kudengar satupun dari mereka membaca basmalah." [HR. Muslim dan Ahmad]. Namun demikian mazhab Hanafiyah membolehkan membacanya dalam salat tidak berjama'ah(munfarid = sendirian), dengan suara yang lirih (sekiranya orang di dekatnya tidak mendengar dengan jelas).

Sama dengan Syafi'iyah, Hambaliyah berpendapat bahwa basmalah termasuk salah satu ayat Fatihah dan harus
dibaca dalam salat, namun harus dengan suara lirih.

Pada intinya perbedaan pendapat di atas kesemuanya bermuara pada apakah basmalah termasuk ayat Fatihah atau bukan. Pilihan, saya kembalikan kepada Anda setelah membaca pendapat-pendapat di atas. Atau meneruskan kebiasaannya juga tak apa-apa: bagi yang sudah biasa membaca teruskan saja, yang tidak biasa juga tak apa-apa untuk meneruskannya. Wallahu a'lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Mutamakkin Billa