Hukumnya Puasa 31 hari

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pak.. teman saya ada memberikan pertanyaan, dan setelah saya dengar dan pertanyaan itupunmenjadi pertanyaan bagi saya. pertanyaannya yaitu. Si fulan tinggal di Jerman dan melaksanakan Puasa Ramadhan di sana. dan pada Ramadhan hari 30 ia mudik ke Indonesia. menurut hitungan dia sudah puasa 30 hari, tapi sampai di indonesia Ramadhan baru hari ke 29. Seharusnya di tanah air besoknya ia sudah menikmati lebaran. Eh ternyata masih puasa. Sedangkan di Jerman sudah lebaran. apakah dia ikut puasa lagi dengan masyarakat di tanah air, sehingga ia berpuasa 31 hari. atau tidak berpuasa, karena ia sudah menjalankan puasa selama 30 hari. atau berlebaran saja (tetapi dengan siapa, wong orang masih berpuasa) Mohon penjelasannya, saya tunggu jawabannya dari Bapak.

wassalam

Zul.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Seseorang yang bepergian, kemudian ia tinggal di daerah yang masyarakatnya mulai puasa berbeda dengan daerah ia berasal, ia harus mengikuti masyarakat tersebut dalam menentukan akhir puasa, meskipun ia hanya berpuasa 28 hari atau lebih 31 hari.

Demikian ditegaskan oleh para ulama Syafi’iyah. Pendapat ini didasarkan kepada hadist Kuraib, bahwa Umu Fadl mengutusnya pergi menemui Mu’awiyah di Syam. Ketika ia berada di Syam masuklah bulan Ramadhan, masyarakat kota Syam berpuasa mulai hari Jum’at. Kemudian Kuraib pulang ke Madina dimana masyarakat setempat memulai puasa pada hari Sabtu. Ketika sampai masalah tersebut kepada Ibnu Abbas, ia disuruhnya mengikuti puasa masyarakat Madina hingga 30 hari, lalu ia bertanya "Apakah tidak cukup kita berpegang kepada pendapat Mu’awiyah dan puasanya?". Ibnu Abbas menjawab "Tidak, inilah yang diperintahkan Rasulullah:". Ini juga diperkuat dengan hadist A’isyah bahwa Rasulullah bersabda "Hari raya Idul Fitri kalian adalah dimana mereka semua ber-Idul Fitri, hari Idul Adha kalian adalah dimana mereka semua ber-Idul Adha dan hari Arafat kalian adalah dimana mereka semua melaksanakan wukuf" (H.R. Tirmidzi). Ini semua merupakan perintah mengikuti hari raya kepada masyarakat setempat.

Wassalam

Muhammad Niam