Imam Lupa Waktu Shalat Berjamaah

Pertanyaan:

Assalamu`alaikum wr. wb.

Melalui email ini saya ingin minta penjelasan kepada pengasuh PV seputar masalah shalat sbb:

Pada satu hari saya ikut shalat mahgrib berjamaah di masjid, tapi setelah sujud rekaat pertama ternyata Imam mengalami lupa sehingga dari sujud pertama langsung berdiri rekaat kedua membaca alfatiha (tanpa duduk antara dua sujud dan sujud kedua). Dalam hal ini kami sebagai makmum telah mengingatkan imam dengan mengucapkan Subhanallah, tapi imam tetap melanjutkan rukun yang berikutnya. Pertanyaan saya :

1. wajibkah makmum meneruskan shalat ke rukun yang berikutnya atau mengikuti Imam kemudian sujud sahwi, ataukah kita harus mengulangi shalat tersebut dari awal.

2. sebagai Imam apabila telah sadar bahwa dia lupa dan ditegur oleh makmum, wajibkah mengulangi rukun yang terlupa atau melanjutkan, kemudian nanti sujud sahwi.

Demikian lah pertanyaan saya ini atas penjelasan dari Pengasuh saya haturkan terima kasih.. mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita sekalian. Amiin

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Sutio Arwansyah
Prabumulih-Palembang

Jawaban:

Assalamu`alaikum wr. wb.

Apabila Imam lupa dalam shalat, maka ma'mum wajib mengingatkannya dengan mengucapkan "subhanallah" bagi makmum lelaki dan menepukkan tangan (sebelah luar telapak tangan/punggung telapak tangan) bagi makmum perempuan. Sesuai dengan hadist Abi Huhrairah "Tasbih untuk kaum lelaki dan tepuk tangan untuk kaum hawa (dalam mengingatkan imam yang salah)" (H.R. Bukhari, Muslim dll).

Bila imam lupa meninggalkan rukun shalat seperti sujud dan ruku', dan makmum telah mengingatkannya dengan tasbih, ia wajib segera melaksanakannya dan setelah itu melaksanakan sujud sahwi.

Khusus pada masalah imam lupa melaksanakan tashahhud awal, bila imam telah terlanjur berdiri tegak ketika makmum mengingatkannya, maka imam tidak perlu kembali duduk, namun melanjutkan shalat dan melakukan sujud sahwi. Ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan Ibnu Buhainah : Rasulullah suatu hari shalat, lalu berdiri tanpa melakukan tashahhud awal, para sahabat pun mengucapkan tasbih, namun beliau melanjutkan shalat dan melakukan sujud sahwi (H.R. Nasa'i). Namun bila imam belum berdiri tegak, misalnya masih dalam keadaan jongkok, ia harus kembali duduk dan melakukan sujud sahwi. Jadi hanya dalam masalah lupa meninggalkan amalan sunnah shalat, imam boleh melanjutkan shalat dan tidak menggubris peringatan dari makmum.

Bila imam meninggalkan amalan yang sifatnya rukun, seperti kasus Saudara, makmum harus mufaraqah atau keluar dari jama'ah karena mengetahui bahwa shalat imam tidak sempurna, caranya dengan niat keluar jamaah dan melanjutkan shalat sendiri. Shalat makmum batal bila ia mengetahui bahwa shalat imam tidak sempurna dan ia tetap mengikutinya. Dengan demikian makmum wajib mengulangi shalat tersebut dari awal.

Wallahu a`lam. Semoga membantu.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Muhammad Niam