|
Ditulis oleh Dewan Asatidz
|
Pertanyaan:
Assalamualaikum wr. wb.
Pak Ustadz yang saya hormati, saya seorang istri (25 tahun) dan sudah
hampir 3 tahun saya menikah. Selama rentang waktu tersebut saya rasakan
suami saya (26 tahun) sering kali jatuh sakit. Padahal dari sisi kebersihan
dan gizi makanan Insya Allah senantiasa terjaga dan tecukupi dengan baik.
Seringnya suami sakit membuat saya berpikir bahwa jangan-jangan bukan
masalah lahiriah yang menyebabkan semua itu.
Bagaimanakah sebenarnya konsep sakit dalam Islam? Saya pernah mendengar
bahwa bila kita sakit maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Benarkah
hal tsb? Adakah sakitnya suami ini karena Allah hendak meringankan
dosa-dosanya ataukah ini ujian dari Allah?
Atas penjelasan Pak Ustadz saya ucapkan banyak terimakasih.
Wassalamualiikum Wr. Wb.
Dian
Jawaban:
Assalamu'alaikum wr. wb.
Ibu Dian, Rasulullah pernah bersabda "Perumpamaan orang muslim adalah
tangkai padi yang terkadang tegak dan terkadang menunduk, sementara
perumpamaan orang kafir adalah biji-bijian hanya kuat lalu akan jatuh" (H.R.
Thabrani). Ini artinya sakit termasuk tanda-tanda orang muslim yang baik.
Rasulullah juga bersabda "Seorang mu'min yang sakit, ia tidak mendapatkan
pahala dari sakitnya, namun diampuni dosa-dosanya" (H.R. Thabrani). Dalam
hadist lain riwayat Anas Rasulullah bersabda "Seorang mu'min yang sakit lalu
sembuh, maka ia laksana salju yang turun dari langit, karena bersihnya"
(H.R. Bazaar).
Dalam hadist lain dikatakan :"Ketika seorang hamba diberi sakit pada
badannya, maka Allah berkata kepada malaikat "tulislah kebaikan-kebaikan
yang biasa dilakukannya ketika sehat, kalau ia sembuh mandikanlah ia dan
bersihkan. Kalau ia meninggal maka Allah mengampuninya" (H.R. Ahmad).
Orang yang sakit dianjurkan untuk mengeluhkan sakitnya kepada Allah, karena
Allah akan mendengarnya. Orang sakit juga diharuskan berobat dan berdoa
untuk kesembuhannya.
Wassalam
Muhammad Niam
|