Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Hari Kartini dalam Perspektif Wanita Muslimah
Ditulis oleh Muhammad Ade Irfan   

 

Setiap bulan April di Indonesia selalu diperingati sebagai hari Kartini, disekolah-sekolah terlihat banyak acara Kartini-an, dengan segala macam busana dipakai terutama kebaya, padahal di Papua, Maluku, atau Sulawesi dulu tidak pernah mengenal nama kebaya.

Kartini terkenal disebabkan surat – surat beliau kepada Stella Zeehandelaar antara tahun 1899 – 1903 yang menggugat eksistensi wanita Jawa dibanding privilege yang diterima oleh kaum pria. Wanita Jawa tidak bisa menikmati pendidikan setara dengan pria Jawa, wanita Jawa juga tidak bisa menentukan nasib tentang jodoh atau kehidupan yang layak dibanding dengan pria Jawa, yang berarti kesejahteraan wanita ditentukan oleh suami atau ayahnya yang notabene berjenis kelamin pria. Kartini-pun mengalami hal yang serupa, dia disuruh ayahnya untuk menikah dengan seorang bupati Rembang yang saat itu sudah mempunyai 3 istri.

 
Tentang Puasa Rajab
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Bapak Ustad, saya mendapatkan informasi kalau puasa Rajab tanggal 1 akan menghapus dosa selama 3 tahun, tanggal 2 akan menghapus dosa 2 tahun, tanggal 3 akan menghapus dosa 1 tahun, tanggal 4 akan menghapus dosa selama 1 bulan, dan amal di bulan rajab akan diberi pahala 70 kali lipat.
 
Puasa dan Keutamaan Rajab
Ditulis oleh Yusuf Suharto   
Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh  dari bulan hijriah (penanggalan  Arab dan Islam). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad  shalallah ‘alaih wasallam untuk menerima perintah salat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab ini.
 
Peringatan Maulid Nabi s.a.w. dan Bid'ah
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Saya pernah membaca dari buku terbitan kementrian agama Arab Saudi bahwa Peringatan Maulid Nabi tidak pernah dilakukan dan dicontohkan pada masa Nabi Muhammad SAW maupun pada masa sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW. "Bagaimana dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia apakah ada hadist yang membenarkannya dan bagaimana sikap kita untuk menghadapi sesuatu yang dikatagorikan bid'ah?"
 
Etika Merayakan Peringatan Maulid Nabi
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Raja Al-Mudhaffar Abu Sa`id Kaukabri ibn Zainuddin Ali bin Baktakin(l. 549 H. w.630 H.), menurut Imam Al-Suyuthi tercatat sebagai raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW ini dengan perayaan yang meriah luar biasa [1]. Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid ini.

 
Bagaimana Mendapatkan Jawaban dari Istikharah
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

 

Adalah tabiat manusia manakala dihadapkan pada dua pilihan atau lebih yang sangat sulit atau di luar kemampuan analisanya untuk memilih, maka ia cenderung meminta pertolongan dari kekuatan supra natural atau mencari tanda-tanda dari alam dalam menentukan pilihannya.

Ketika datang Islam, kebiasaan itu diluruskan dengan diajarkannya shalat Istikharah. Istikharah artinya meminta pilihan. Sholat istikharah adalah shalat untuk meminta pilihan kepada Allah.

 
MAULID NABI DAN KEBANGKITAN UMMAT
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Al-Qur'an telah merekam sebuah zaman yang sangat gelap. Kebodohan dan kesombongan menjadi kebanggaan. Anak-anak kecil laki-laki yang baru lahir dibunuh begitu saja. Fir'aun yang pada waktu itu paling berkuasa mengaku dirinya tuhan. Pada saat yang demikian menyedihkan itu Allah lahirkan seorang anak kecil, yang bernama Musa, di mana kelak ia terpilih sebagai Nabi yang mengajarkan kebenaran, membangkitkan kemanusiaan, dan menyelamatkan manusia dari kesesatan.

 
Bulan Suro Bulan Gawat?
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Di Jawa, bulan Muharram disebut bulan Suro. Bagi banyak orang Jawa bulan Suro sepertinya mempunyai makna khusus. Mereka menyambutnya dengan berbagai kegiatan: ada yang nanggap wayang semalam suntuk, lek-lekan, tirakatan, memandikan pusaka-pusaka semacam keris dan tombak, dan sebagainya. Bahkan agaknya bulan Suro dianggap "gawat". Orang punya "gawe" (hajat) misalnya, menghindari bulan tersebut lantaran takut celaka atau mendapat sial. Menurut Pak Mus bagaimana kepercayaan semacam itu? Dan bagaimana pula menurut pandangan Islam?

Said (Magelang)

 
Bulan Suro dan Makhluk Halus
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Pak Mus, di zaman modern ini orang ternyata masih sering berbicara mengenai "bongso alus" seperti "tuyul", "kuntilanak", "Nyai Loro Kidul", dan sebagainya.

Bagaimana tanggapan Pak Mus mengenai hal ini dari sudut pandangan Islam? Dan apakah benar bahwa bulan Suro itu "bulannya bongso alus", sehingga kita haru sberhati-hati menghadapinya (jangan sampai ada perbuatan kita yang membikin bongso alus itu marah, lalu mencelakakan kita.

M. Tashin (Demak )

 
Asyura Hari Solidaritas antar Umat Beragama
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Bulan Muharram adalah bulan yang istimewa, menyimpan banyak makna yang patut ditafakkuri dan ditadabburi. Muharram tidak saja menandai awal tahun menurut penanggalan Islam, namun di dalamnya juga tersimpan hari mulia "Asyura" yang mencatat sejarah penting dan senantiasa dikenang dan diperingati oleh umat beragama samawi.
 
«MulaiSebelumnya12345BerikutnyaAkhir»