Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Pengajian Live
Pengajian Online
Jumat Malam dan Ahad Malam
18.00 WIB

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Pengajian Virtual

Via:


Tamu Allah

mod_vvisit_counterHari ini429
mod_vvisit_counterKemarin4225
mod_vvisit_counterBulan ini66317
mod_vvisit_counterTotal1707863

Data Pesantren Terbaru

Memotong Rambut atau Kuku Pada Waktu Haid Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Assalamu`alaikum wr. wb. Saya merupakan seorang rakyat Malaysia. Masalah saya ialah saya ingin ketahui hukum memandikan atau membasuh rambut yang sengaja dipotong sewaktu haid atau kuku yang sengaja dipotong ketika haid. Perlukah kita membasuhnya tatkala mandi wajib atau membiarkan begitu sahaja tanpa membasuhnya?Tolong berikan dalail yang rajih pada masaalah ini. Sekian Terima kasih Isabelloufar Malaysia Assalamu`alaikum wr. wb. Saya merupakan seorang rakyat Malaysia. Masalah saya ialah saya ingin ketahui hukum memandikan atau membasuh rambut yang sengaja dipotong sewaktu haid atau kuku yang sengaja dipotong ketika haid. Perlukah kita membasuhnya tatkala mandi wajib atau membiarkan begitu sahaja tanpa membasuhnya?Tolong berikan dalail yang rajih pada masaalah ini. Sekian Terima kasih Isabelloufar Malaysia Jawaban: Assalamu`alaikum wr. wb. Kewajiban dalam mandi adalah membasuh seluruh anggota badan, termasuk rambut dan kuku. Akan tetapi, rambut atau kuku yang talah terpotong tidak lagi termasuk anggota badan, maka tidak wajib membasuhnya. Artinya, tanpa membasuhnya, mandi seseorang telah dianggap cukup. Imam 'Atha' sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, mengatakan: seorang yang junub diperbolehkan mencukur rambut dan memotong kuku. Hanya saja, menurut Imam al-Ghazaly [dalam Ihya' Ulumuddin], seorang yang junub sebaiknya tidak memotong rambut dan kuku, bahkan dimohon untuk tidak mengeluarkan darah. Demikian ini, karena setiap anggota tubuh akan dikembalikan seperti semula pada hari kiamat nanti. Dikatakan, setiap rambut akan menuntut atas janabatnya. Pendapat Imam Ghazaly ini banyak dilansir oleh kitab-kitab Madzhab, dan banyak diajarkan di kalangan penganut Madzhab Syafiiyah di Indonesia. Walau sebenarnya terdapat catatan kritis dalam mengutip pendapat al-Ghazaly ini, pengaruhnya masih sangat kuat. Di beberapa kalangan masyarakat, wanita yang haidh biasanya menyimpan rambut atau kuku yang terpotong untuk dibasuh saat mandi nanti. Catatan kritis tsb adalah bahwa tidak semua anggota badan akan dikembalikan seperti asalnya pada hari kiamat nanti. Darah, rambut dan kuku adalah diantaranya. Kalau rambut dan kuku yang terpotong akan dikembalikan lagi seperti semula, maka pada hari kiamat nanti manusia akan berambut sangat panjang. Kesimpulannya: Seorang yang junub atau haid atau lainnya TIDAK diwajibkan membasuh rambut atau kuku yang terpotong. karena tidak lagi termasuk anggota badan. Bahkan di saat belum mandi, ia diperbolehkan mencukur atau memotongnya. Wallahu a`lam. Semoga membantu. Wassalamu'alaikum wr. wb. Abdul Ghofur Maimoen