Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Nilai-Nilai Ritual Ibadah Haji
Ditulis oleh Dewi Anggraeni*   

Ibadah haji terdiri dari rangkain-rangkain ritual yang saling berkesinambungan, merupakan warisan tardisi turun-temurun yang didalamnya terdapat pesan baik secara eksplist maupun inplisit yang kerap mendekati makna esoteric. Muatan nilai-nilai yang terismpan dalam ibadah haji itulah yang akan mengantarkan kepada sejatinya manusia sebagai hamba, dan mahluk sosial.

 
Arti "Istitho'ah" dalam Haji
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Apakah yang dimaksud dalam 'syarat' mampu (istitho'ah) dalam ayat tersebut adalah secara harfiah, yakni mampu secara batin dan zhohir. Dimana mampu batin adalah niat dan keinginan. Dan mampu zhohir adalah mampu materi, dalam arti memang mempunyai uang dari hasil usaha sendiri. Lalu bagaimana hukumnya untuk orang yang berhaji atas biaya yang diberikan oleh pihak lain?

 
Menghajikan Orang yang Sudah Meninggal
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Assalamualaikum wr. wb.
Ustadz, saya ingin bertanya mengenai apa dasarnya orang yang menghajikan orang lain (mis:orang tua) yang telah meninggal. Seorang uztad pernah menjawab dasarnya adalah hadist Nabi yang kira-kira maksudnya kalau orang yang meninggal hutangnya wajib dilunasi ahli waris. Itu hutang kepada manusia, masa hutang sama Tuhan tidak dibayar...? (dalam hal ini almarhum/ah pernah menyatakan niat ingin berhaji) Apa betul itu yang menjadi dasar Pak?
Padahal menurut logika saya, masa iya, Allah yang menghidupkan dan mematikan manusia, masih menganggap niatan almarhum/ah tersebut adalah hutang???
Terima kasih atas jawaban Bapak.
 
Hukum Haji bagi Wanita yang Belum Menikah
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya mempunyai niat Insya Allah ingin memberangkatkan kedua orang tua haji ke Mekkah. Sementara saya sendiri masih single dan belum mengerjakan haji. Menurut ibu saya, saya harus mengerjakan haji terlebih dahulu baru boleh memberangkatkan mereka karena dianggap saya sudah mampu untuk pergi haji sehingga sudah jatuh hukum wajib bagi saya untuk mengerjakannya, sementara saya berfikir bahwa mereka sudah tua jadi kesempatan ini saya berikan dahulu untuk mereka disisi lain untuk pergi bersama dengan orang tua dananya belum tersedia.

Mohon penjelasan ustadz bagaimana hukum sebenarnya terhadap wanita yang belum menikah dan pergi haji dan juga atas masalah di atas tindakan seperti apa yang seharusnya saya lakukan menurut pandangan hukum Islam. Atas penjelasan ustadz saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Nina - Jakarta
 
Ijab Qabul dalam Qurban
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
1. sewaktu penyerahan dan pemotongan hewan adakah ijab kabul ? 2. pengertian kata diberikan daging kurban kepada "yang terdekat" itu apa? 3. bolehkah daging kurban diberikan kepada agama non muslim dari pada diberikan kepada muslim tetapi sedikit jauh jaraknya(antara hajat dengan kampung kurang lebih 1 km)
 
Adakah Nisab dalam Ibadah Qurban?
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Pak Ustadz, Saya ingin bertanya berkenaan dengan qurban pada Iedhul Adha.
Pertanyaan Saya :
1. Apakah qurban (baik kambing/sapi) itu ada nisabnya bagi Kita untuk mengeluarkannya seperti halnya saat Kita mengeluarkan zakat?
2. Jika Kita berqurban itu berapa kali dalam hidup Kita? Sekali dalam hidup ini, atau setiap tahun jika Kita memang mampu untuk mengeluarkan qurban?

 

 
Ibadah Qurban di Tempat Lain
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Pak Ustadz, ada 2 pertanyaan yang ingin saya sampaikan:
1. Bolehkah orang yang sedang melaksanakan haji ke Baitullah kemudian melaksanakan qurbannya di tempat lain (misalkan di kampung halamannya di Indonesia).
2. Bagaimana "nilainya" bagi kita yang melaksanakan "qurban" dengan cara urunan, misalnya 1 kambing hasil urunan 5 orang.

 

 
Dalam sebuah keluarga siapakah yang kena wajib Qurban?
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Pak Ustadz, saya mau bertanya tentang wajib korban, karena dari beberapa informasi yang saya terima, malah membuat saya bingung.

Pertanyaan saya :
Dalam sebuah keluarga siapakah yang kena wajib korban?
a. apakah hanya kepala rumah tangga saja (bapak yang memberi nafkah bagi keluarga tersebut).
b. atau harus sebanyak jumlah jiwa dalam keluarga tadi yaitu suami, istri dan setiap anak.
c. kalau jawabannya poin a mohon penjelasannya, begitu juga bila jawabannya poin b.
d. berkaitan dengan poin b (bila memang harus seperti itu tentang wajib korban), apakah dalam melaksanakan korban bisa digilir secara bergantian mulai dari suami hingga ke anak?(sesuai dengan kemampuan keuangan).
Untuk penjelasannya saya ucapkan terima kasih.

 

 
Hewan Apa yang lebih utama untuk Qurban
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Terima kasih pak Ustadz atas informasinya.

Saya juga mau tanya nih.... selama ini saya ikut berqurban dengan mengikuti kelompok qurban sapi dengan membayar 1/7 dari harga sapi + ongkos penyembelihannya.

Kemudian beberapa waktu lalu sy dikomentari oleh teman yang setiap tahun selalu berqurban dengan menyembelih satu ekor kambing. Menurut dia kelak yang m

enjadi tunggangan kita adalah hewan yang kita qurbankan itu, sedangkan kalau kita qurban sapi hanya 1/7 bagian, apa kita akan naik sapi itu di 1/7 dari bagian tubuh sapi. Menurut dia yg bagus ya 1 ekor kambing saja. Padahal kalau dilihat dari harganya, harga kambing di tempat kami malah kemungkinan bisa lebih murah dari pada harga yg harus dibayarkan untuk 1/7 sapi. 

Untuk tahun ini saya juga sudah mendaftar untuk berqurban dengan membayar 1/7 bagian sapi. Saya kok jadi ragu-ragu setelah mendengar omongan teman saya tadi. Saya mohon pencerahan dari pak Ustadz mengenai masalah ini.... Bagaimana hukumnya dan sebaiknya apa yang saya lakukan?
 
Hukum memotong kuku dan rambut pelaku Qurban
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Pak Ustadz,

Assalamua'alaiklum w.w.
Mohon penjelasan keutamaan larangan menggunting kuku dan rambut kita yang hendak berqurban dari tanggal 1-10 dzulhijah?
Salam.
Anggoro

 
«MulaiSebelumnya123456BerikutnyaAkhir»

 


 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com