|
Ditulis oleh Ustadz Agus Handoko
|
Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan: خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A'raf 7:199)
|
|
Ditulis oleh Rizqon Khamami
|
|
Ayat-ayat perang dalam al-Qur'an bukanlah perintah untuk merusak dan menghancurkan pihak lain. Akan tetapi, ayat-ayat ini berisi izin untuk berperang karena sudah tidak ada jalan lain untuk upaya mencari jalan damai. Peperangan bagi Nabi (saw) adalah jalan terakhir yang tidak bisa ditawar-tawar, selama perdamaian sudah mencapai jalan buntu. Bagaimanapun juga, Nabi (saw) selalu mengedepankan damai di atas perang. |
|
Ditulis oleh M. Lutfi Thomafi
|
DALAM AL-QUR’AN, surat Al-Fatihah tercatat sebagai surat ke 1, yang terdiri dari 7 ayat. Secara umum, ayat demi ayat serta surat demi surat yang ada dalam al-Qur’an memanglah penting. Ia tetap menjadi landasan spiritual yang urgen bagi setiap muslim. Keseluruhan huruf demi huruf yang ada dalam al-Qur’an menjadi pegangan teologis kaum muslimin yang tidak bisa ditawar lagi. Namun, secara spesifik, surat al-Fatihah memiliki banyak “kelebihan” dibanding dengan surat-surat lain. Atau, setidaknya, ia memiliki keistimewaan berbeda dibandingkan dengan keistimewaan surat lain.
|
|
Ditulis oleh Alfa RS.
|
|
Zaman sekarang sebuah kemasan, merek, bahasa pesantrennya bentuk dhahir, dianggap jauh lebih penting ketimbang sebuah isi. Perkembangan zaman telah berhasil menanamkan kemasan menjadi sesutau yang penting, mengabaikan kwalitas. |
|
Ditulis oleh Ustadz Nur Rohim Yunus, Lc
|
Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya. Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji. 1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, 4. seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.
|
|
Ditulis oleh Ustadz Nur Rohim Yunus, Lc
|
Bertaqwalah kepada Allah Swt, taqwa dalam arti memelihara diri dari segala bentuk kemusyrikan dan kemunafikan, yakni dengan menta’ati dan mengerjakan semua perintah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Juga taqwa yang dapat menumbuhkan amal-amal saleh yang nyata sebagai pembuktian kebenaran iman, sebab segala perbuatan dan amal manusia, baik atau jahatnya pencerminan imannya terhadap Allah Swt.
|
|
Ditulis oleh Ustadz Agus Handoko,S.Th.I
|
Di akhir tahun 2008 Masehi dan tahun 1429 Hijriyah, ada baiknya kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dan persiapan untuk menggapai masa depan yang lebih baik, hal tersebut diisyaratkan oleh Allah Swt. Dalam firmannya surat al-Hasyr : (59 : 18) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”.
|
|
|
Ditulis oleh Dr. Amir Faishal
|
|
Makna Hijrah akan selalu hidup dalam diri kita. Hidup karena kita menteranformasikan maknanya ke dalam moral. Sehingga peristiwa yang pernah dilakukan Rasulullah itu, tidak semata kejadian biasa, melainkan menjadi sebuah manhaj, yang harus senantiasa direnungkan maknanya dan diamalkan ibrahnya. Lebih-lebih kini Umat Islam sedang berada di titik ujian yang sangat berat. Ujian dari dalam maupun dari luar. Maka masing-masing dari umat Islam – agar bisa lulus dari ujian ini - sangat tertuntut untuk belajar dari masa lalu yang pernah dicapai Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Dan pada kesempatan memulai tahun baru hijriah ini yang paling tepat adalah belajar mengamalkan makna hijrah dan implikasinya dalam kehidupan berukhuwah secara mendalam antara sesama muslim. Karena dari ukhuwah inilah kekuatan baru umat Islam akan terbangun sebagaimana dulu Rasulullah telah membangun kekuatan yang mengagumkan di atas fondasi ukhuwah. |
|
Ditulis oleh Dewan Asatidz
|
|
Banyak pertanyaan seputar menggabung ibadah, misalnya puasa membayar hutang (qadla) Ramadhan digabungkan dengan puasa Syawah enam hari. Sahkah ibadah seperti itu? Para fuqoha membahas hal tersebut tersebut dalam masalah at-tasyriik fin niyyah (mengkombinasikan niyat). Imam Suyuthi dalam kitabnya yang sangat masyhur al-Ashbah wan Nadlair menyebutkan bahwa menggabung dua ibadah ada beberapa kriteria. |
|
Ditulis oleh Dewan Asatidz
|
|
Hudzaifah pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyu', dan apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lafi orang khusyu'" (al-Madarij 1/521). |
|
|
|
|
|