Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Islam Kontemporer


Tentang Terorisme, Dakwah dan Pendampingan Cetak E-mail
Ditulis oleh M. Arif Hidayat, Lc   

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah bersabda:

الرَّاحمُونَ يَرحمُهُم الرّحمنُ ارْحَموا مَنْ في الأرض يرحمْكُم من في السَّماءِ

Orang-orang yang yang penuh kasih-sayang akan dikasih-sayangi oleh Allah. Hendaklah kalian semua menyayangi semua yang ada di bumi, agar kalian disayangi oleh para penghuni langit.

 
Perspektif (Fiqh) Tentang Hakim Perempuan Cetak E-mail
Ditulis oleh Achmad Kholiq   

(Suatu Analisis terhadap Polemik Para Ulama Fiqh)

Pendahuluan
Sebagai sebuah ajaran yang secara substansial membawa misi keadilan universal, Islam memposisikan peradilan, sebagai sesuatu yang cukup penting dan mendasar. Dengan piranti peradilan diharapkan prinsip-prinsip keadilan, dan hak-hak dasar  manusia (human rigth) dapat terpelihara secara baik. Sedemikian significannya sebuah proses peradilan, maka nash-nash  pembentukan hukum Islam tentang peradilanpun menaruh perhatian cukup intens. Tidak heran jika kemudian Rasulullah sendiri -pada zamannya-, tidak saja dalam kapasitas pemimpin spiritual dan politik, tetapi juga pemegang kendali sebuah proses peradilan.

 
Kontektualisasi dan Reposisi Fungsi Wakaf Cetak E-mail
Ditulis oleh Achmad Kholiq   

(Tela'ah atas Undang Undang RI Tentang Wakaf)
Wacana tentang wakaf, belakangan muncul kembali ke permukaan. Tidak lagi sekedar membincangkan tentang pandangan para ulama fiqh yang belum seragam tentang pengertian dan hakikat wakaf itu sendiri, tetapi lebih pada bagaimana mereposisi institusi wakaf agar lebih berperan dalam kancah problem sosial masyarakat terkait dengan kesejahteraan ekonomi. Karena disamping sebagai salah satu bentuk ajaran yang berdimensi spiritual, wakaf merupakan ajaran Islam yang berdimensi sosial, atau dalam bahasa agama disebut sebagai ibadah ijtimaiyyah. Karenanya redefinisi terhadap wakaf ,- agar lebih memiliki makna yang relevan dengan kondisi riil persoalan kesejahteraan umat menjadi suatu yang sangat strategis. 

 
Resensi Film: 3 Doa 3 Cinta, Tekad bermimpi dalam Realita. Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Deskripsi Film:Judul Film: 3 Do’a, 3 Cinta

Genre:Drama

Penulis dan Sutradara: Nurman Hakim

Pemain: Nicholas Saputra, Dian Sastrowardhoyo, Yoga Pratama, Yoga Bagus, Butet Kertarajasa, dan Jajang C. Noer

Music director : Djaduk ferianto

Produksi: ifi (Investasi Film Indonesia) dan Triximages

Serentak di bioskop: 18 December 2008

Resensi Film Sekitar tahun 2000-an dalam gelap malam, disebuah surau(baca : Masjid) sebuah pondok pesantren abangan(tradisonal) bertempat di desa terpencil daerah Jogyakarta, lantang suara Romo(sebutan pemimpin/kyai dipesantren) Wahab memberikan pengajian kepada santri-santrinya. Pengajian rutin tiap malam, mengkaji kitab – kitab kuning yang diterjemahkan kedalam bahasa jawa oleh Romo kepada santri-santrinya, adapun para santri menulis terjemahan Romo tersebut dengan tulisan arab jawa di kitab kuning mereka, dan menyikma penjelasan kandungan yang terdapat dalam kitab tersebut. Dikisahkan tiga orang santri yang mempunyai mimpi dan cita – cita, yaitu; Huda (Nicholas Saputra) mempunyai impian setelah selasai mondok pesantren ingin bertemu Ummi(Ibu), setelah enam tahun lamanya Huda tidak bertemu dengan Ummi-nya, dengan berbekal surat dari Ummi-nya setahun terakhir sebagai komunikasi terakhir yang Huda terima. Rian(yoga Pratama), setelah selasai mondok pesantren bercita-cita ingin membangun kembali usaha Ayahnya yang telah tiada yaitu usaha Studio foto; dan Syahid(Yoga Bagus), anak seorang petani miskin, Syahid sendiri bercita-cita setelah selasai pondok pesantren ingin mati Syahid dengan jalan menjadi Mujahid.

 
Pernikahan Dini Dalam Perspektif Agama dan Negara Cetak E-mail
Ditulis oleh Yusuf Fatawie*   

Isu pernikahan dini saat ini marak dibicarakan. Hal ini dipicu oleh pernikahan Pujiono Cahyo Widianto, seorang hartawan sekaligus pengasuh pesantren dengan Lutviana Ulfah. Pernikahan antara pria berusia 43 tahun dengan gadis belia berusia 12 tahun ini mengundang reaksi keras dari Komnas Perlindungan Anak. Bahkan dari para pengamat berlomba memberikan opini yang bernada menyudutkan. Umumnya komentar yang terlontar memandang hal tersebut bernilai negatif.

 
«MulaiSebelumnya12345BerikutnyaAkhir»

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com