Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Bingung Menentukan Hari Pernikahan Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Apa yang sebaiknya saya lakukan, menurut kepada orangtua dia atau calon suami saya? Saya tidak ingin ada yang pihak merasa terpaksa menyetujui hari pernikahan itu, padahal pernikahan itu sendiri adalah sesuatu yang suci.

Tanya :

Assalamu'alaikum wr. wb. Di usia yang ke-23 ini, saya berniat menggenapkan setengah dien dengan menikah. Alahmdulillah calon sudah ada dan sekarang sedang bekerja di luar negeri. Sebelum keberangkatannya kesana, saya sudah dikhitbah dan insya Allah segera setelah dia kembali ke Indonesia kami akan melangsungkan pernikahan.

Yang jadi masalah sekarang adalah perbedaan pendapat antara dia dan kedua orangtuanya. Orang tuanya yang orang Jawa tulen menginginkan agar kami menikah pada tanggal 5 bulan Safar yang jatuh pada hari Selasa. Dengan alasan bahwa bulan Muharram itu bukan bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan dan sebelum tanggal 5, hari-harinya masih terpengaruh bulan Muharram. Sedangkan calon suami saya menginginkan menikah pada tanggal 3 Safar yang jatuh pada hari Minggu. Dengan alasan bahwa saya bekerja nonshift dan kalau ambil cuti terlalu banyak tidak bisa. Juga karena lingkungan sekitar dia banyak pekerja pabrik, jadi kalau hari Selasa kemungkinan besar tidak bisa hadir. Teman-teman kami pun kebanyakan bekerja non shift yang hari liburnya jatuh pada hari Sabtu dan Minggu. Satu lagi yang merisaukan hatinya adalah dia tidak ingin orang tuanya terjebak dalam mempercayai primbon yang notabenenya itu adalah syirik. Bagaimanapun dia ingin menikah pada hari itu untuk mematahkan kepercayaan orang tuanya itu.

Yang jadi masalah sekarang adalah hari sudah diputuskan Selasa untuk menjaga perasaan orang tuanya. Karena mereka tidak ridho jika kami menikah hari Minggu. Dan perubahan hari itu sendiri sudah 3 kali. Dari Selasa, menjadi Minggu dan Selasa lagi. Dalam keluarga saya sendiri tidak masalah harinya, karena mereka yakin semua hari, semua jam itu baik. Namun calon suami saya kurang bisa menerima keputusan tersebut dan mencoba memberi pengertian kembali kepada orangtuanya. Calon suami saya menjadi kepikiran terus karena dia kembali tidak bisa meyakinkan orangtuanya dan yang saya takutkan dia tidak konsentrasi bekerja.

Pertanyaan saya: Apa yang sebaiknya saya lakukan, menurut kepada orangtua dia atau calon suami saya? Saya tidak ingin ada yang pihak merasa terpaksa menyetujui hari pernikahan itu, padahal pernikahan itu sendiri adalah sesuatu yang suci. Sebelumnya terima kasih atas perhatian dan kesempatan untuk tanya jawabnya.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Raisya Rinandri

Jawab : Wa alaikum salam wr wb

Pernikahan adalah momen sakral yang didamba oleh semua orang dan diharapkan adanya kebahagian pada semua pihak dari pernikahan itu. Coba diskusikan kembali dengan orang tua calon suami anda. JIka memang orang tua calon suami anda berkeras dengan pendiriannya, kenapa anda tidak mencari jalan tengahnya saja? minta agar calon anda mencoba mengalah.Toh niat anda berdua nikah bukan karena hari baik atau bukan, tapi karena anda ibadah dan anda berdua juga ingin membahagiakan keluarga. kenapa tidak melakukan pengorbanan kecil, apalah artinya pengorbanan anda berdua dengan kasih sayang orangtua selama ini?

Menurut Islam, semua hari adalah baik. Dulu pada jaman Jahiliyah, masyarakat Arab mempercayai bahwa menikah di bulan syawwal atau bulan-bulan haram seperti muharram akan mendatangkan malapetaka. Rasulullah s.a.w. kemudian mengikis kayakinan tersebut, beliau menikahi Aisyah r.a. pada bulan syawwal. Beliau juga menikahkan puterinya Fatimah pada bulan shafar dan sebagian riwayat mengatakan awal bulan Muharram.

Usahakan anda bisa menjadi penegah dalam perbedaan antara calon suami anda dengan orangtuanya dan carilah maslahat yang sekiranya melegakan semua pihak. Agama Islam tidak memperberat masalah dan yang terpenting adalah niat yang ada di dalam hati kita, kalau niatnya baik insya Allah akan mendatangkan kabaikan. Selamat untuk rencana pernikahan anda. Demikian, semoga dapat membantu.

Wassalam

Lilya Wildhanie

 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com