Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Talqin Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Tanya:

Pak Ustad,
Bagaimana hukumnya membaca Talqin? Sebab pendapat Wahabi talqin itu tidak perlu.

Mohon dijelaskan.
Ahmad Naufal - Mataram Lombok NTB


Jawab:

Hukum talqin, yaitu embaca beberapa bacaan yang artinya "Wahai fulan, bacalah la'ilaha illallaah, Asyhadu an laailaaha illallahu 3x . Katakan bahwa tuhanku Allah, Nabiku Muhammad dan agamaku Islam" atau ungkapan-ungkapan sejenis.

Diriwayatkan, talqin dilakukan oleh orang beberapa generasi Tabi'ien, seperti Rasyid bin Sa'd, Dhamrah bin Hubaib dan Hakim bin Umairah. Mereka melandasakan talqin kepada hadist Abi Umamah: Rasuullah bresabda: "Apabila salah seorang dari kalian meninggal dunia dan kalian telah mengubur dia, maka berdirilah salah satu dari kalian di atas kepala kuburan dan bacalah...... (dan seterusnya)". (H.R. Ibnu Shaheen dalam kitabnya "Kitabul Maut" dengan sanadnya).

Imam Nawawi (dari mazhab Syafi'iyah) mengatakan, meskipun sanad hadis tersebut lemah, tapi bisa dipakai. Ulama ahli hadis melihat bahwa menggunakan hadis lemah untuk mengajak kepada pekerjaan yang dianjurkan agama hukumnya boleh, apalagi hadis tersebut diperkuat dengan hadis Amr bin Ash yang menyatakan "Maka berdoa'lah (untuk mayit) agar diberi ketabahan" (H.R. Bukhari & Muslim). Masyarakat Syam (Siria) diriwayatkan menjalankan talqin sejak dulu kala sampai sekarang.

Perbedaan pendapat para ulama dalam masalah ini, sbb:
  1. Ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa talqin hukumnya sunnah dengan landasan hadis di atas (Majmu' J : 5 h : 303).
  2. Ulama Hanbaliyah menyatakan sunnah juga (Mughni, J:2 h : 377).
  3. Ulama Malikiyah menyatakan makruh, karena sesuai dengan disiplin mazhab Malikiyah yag memperketat penggunaan hadis lemah.
  4. Tidak ditemukan masalah ini dalam kitab-kitab Hanafiyah.

Wallahu A'lam.


Muhamad Niam
 
 
Surah:. Al Maidah (5)
Ayat: 15
 Listen to this ayat (verse)  يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيراً مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ
5.15. Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan [408]. [408] Cahaya maksudnya : Nabi Muhammad s.a.w. dan Kitab maksudnya : Al Qur'an.
[ Al Maidah : 15 ]

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com