Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Arti Gerakan Salat Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
---------
Tanya - 1
---------

Ingin mengajukan pertanyaan lewat pesantren Virtual ini. Begini Bapak/Ibu pengasuh, saya bekerja dilingkungan orang-orang yang non muslim (hampir dominan). Kadang-kadang dalam waktu istirahat kami berdiskusi tentang apa saja bahkan sampai pada masalah agama masing-masing. Mereka Sering menanyakan tentang agama Islam kepada saya. Dan semampu saya akan menjawabnya dengan sebaik-baiknya. Tapi ada satu pertanyaan dari mereka yang mebuat saya jadi kaget krn bigung memikirkan jawaban yang harus saya berikan. Pertanyaannya begini Bapak/Ibu pengasuh : " Ita, kamu khan tiap hari melakukan sholat dan saya lihat kamu dalam sholat tersebut melakukan gerakan-gerakan. Apa maksud atau makna dari gerakan kamu tadi apakah itu tidak akan menganggu kekhusukan kamu dalam menghadap Tuhanmu. (Mereka mengatakan bahwa mereka hanya cukup melakukan duduk diam sambil mengepalkan tangan dan berdoa dengan khusuk)"

Bapak/Ibu pengasuh, saya hanya mengatakan bahwa saya tidak pernah merasa tidak khusuk krn gerakan itu. Tapi mengenai arti/makna dari gerakan saya kurang tahu sebab dari kecil saya diajarkan bahwa cara sholat itu adalah begitu. Terus terang dalam hati saya merasa malu krn telah sekian puluh tahun melaksanakannya sampai sekarang saya tidak mengetahui arti dari gerakan yang saya lakukan.

Demikianlah pertanyaan saya, mohon penjelasannya dan terima kasih.


Ita - Jaksel

---------
Tanya - 2
---------

Yth. Pengasuh

Saya mohon dijelaskan arti (maksud) dari setiap gerakan shalat, semoga dengan penjelasan dari Bapak saya bisa shalat dengan lebih baik.
Terima kasih

Muhammad Jakpar - Banjarmasin


Jawab:

Saudari Ita dan Saudara Jakpar,
Jawaban anda kepada teman anda sudah betul, berikut ini bisa dijadikan dasar atau pengetahuan tambahan anda sebagai jawaban atas pertanyaan di atas.

Orang non Muslim sering menganggap gerakan-gerakan dalam ibadah itu tentu ada artinya. Tak ubahnya seperti melakukan senam. Akan tetapi jika mereka mau mencoba mengartikan gerakan-gerakan ritual dalam agama merekapun pasti akan kesullitan.

Sedangkan dalam Islam memang tidak pernah ada tafsir tentang gerakan-gerakan ritual. Sebab yang menjadi dasar kita melakukan gerakan salat misalnya, adalah hadits Nabi yang berbunyi: "shalluu kamaa ro'aitumuuni ushalli." Artinya: Salatlah kamu sekalian sebagamana kamu melihat saya (nabi) salat. Jadi nabi tidak mengajarkan kenapa harus ruku' atau sujud dll. Adapun sementara ada yang mencoba menafsirkan gerakan-gerakan salat yang dikaitkan dengan olahraga dan ilmu anatomi tubuh, itu adalah penafsiran yang tidak berdasarkan ayat maupun hadits. Begitu juga dalam ibadah haji, Nabi saw. tidak mengajarkan rasionalisasi gerakan-gerakannya. Beliau bersabda: "khudzuu 'annii manaasikakum." Artinya: Ambillah (tirulah) dariku cara-cara kamu melaksanakan ibadah haji.

Adapun tentang kekhusukan, dapat dijelaskan demikian:
Misalnya ketika malakukan ruku' dengan membungkuk, kita sambil membaca "Subhana rabbiyal adzimi wabihamdihi" (Maha suci Tuhanku yang maha agung dan maha terpuji) Kalau kita resapi betul-betul akan menambah kekhusukan kita. Demikian juga ketika sujud kita membaca "Subhaana rabbiyal A'la wabihamdihi" (Maha Suci Tuhanku yang maha tinggi dan maha terpuji).

Kesimpulannya dari segi kekhusukan, gerakan-gerakan tsb. justru dapat menambah kekhusukan dalam ibadah (salat).
Demikian jawaban, semoga bermanfaat.


Bukhori SA.

 
 
Surah:. An Naml (27)
Ayat: 7
 Listen to this ayat (verse)  إِذْ قَالَ مُوسَى لِأَهْلِهِ إِنِّي آنَسْتُ نَاراً سَآتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ آتِيكُم بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ
27.7. (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang".
[ An Naml : 7 ]

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com