Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Salat Tarawih Sendirian
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Assalaamu'alaikum pak ustadz

Izinkanlah saya untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda, berikut:
  1. Bagaimana cara kita melaksanakan salat tarawih sendirian. Artinya, tanpa harus pergi ke masjid (atau di masjid tapi sendiri) karena waktu yang tidak memungkinkan?
  2. Jika kita melaksanakan tarawih sendiri, apakah boleh melakukan salat malam dahulu (tahajud, hajat, sunat lainnya) setelah itu baru ditutup dengan salat Witir (kan terakhir?) atau kah sebaliknya?
Saya rasa itu saja yang ingin tanyakan, atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Husnul yaqin - Jakarta
Jawaban:

Wa'alaikum Salam Wr. Wb.

Yth. Sdr. Husnul Yaqin

Salat Tarawih boleh berjamaah dan boleh sendirian. Tata caranya sama. Boleh dilaksanakan 8 rakaat karena berlandaskan kepada hadis 'Aisyah yang mengatakan "Rasulullah tidak pernah mendirikan salat malam melebihi 11 rakaat, baik di bulan Ramadan maupun bulan lainnya, beliau mendirikan empat rakaat yang sangat panjang, kemudian empat rakaat lagi yang sangat panjang, setelah itu salat tiga rakaat" (H.R. Bukhari).

Boleh juga melaksanakannya sebanyak 20 rakaat sebagaimana yang dilakukan sejak masa Umar (dan dihidupan para sahabat lainnya) sampai sekarang. Salat 20 rakaat ini juga dilaksanakan di masjid-masjid besar Islam seperti Masjid al Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Salat tarawih juga boleh juga dilaksanakan dengan empat rakaat salam, empat rakaat salam dan dilanjutkan dengan witir tiga rakaat sebagaimana hadis di atas. Demikian juga boleh dilaksanakan setiap dua rakaat salam, ini berlandaskan kepada hadis yang mengatakan "Salat malam adalah dua rakaat, dua rakaat" (H.R. Jamaah).

Dalam melaksanakan salat tarawih juga disunnahkan duduk sebentar setelah salam, pada setiap rakaat keempat. Inilah mengapa disebut tarawih yang artinya "istirahat", karena 'mushali' duduk sebentar beristirahat setiap empat rakaat. Tidak ada bacaan khusus selama duduk tersebut, namun disunnahkan memperbanyak berzikir. Istilah tarawih sendiri belum ada pada zaman Nabi saw. Pada saat itu salat tarawih hanya disebut dengaan salat malam atau salat 'qiyam al lail'.

Salat tahajjud adalah salat malam yang dilaksanakan setelah tidur. Apabila salat tarawih dilaksanakan setelah tidur maka ini juga termasuk salat tahajjud.

Disunnahkan juga dalam salat tarawih untuk mengeraskan suara dalam membaca Fatihah dan surah. Alangkah baiknya bila Saudara dalam melaksanakan salat tarawih sendiri, digunakan untuk menghafalkan kembali surah-surah Al Qur'an yang pernah Saudara hapal.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal kita diterima Allah. Amin.

Wassalam

Muhammad Niam

 
 


 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com