|
Ditulis oleh Dewan Asatidz
|
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum wr. wb.
Apakah makna/maksud dari hadist berikut:
Apabila kamu menegur kawanmu saat Imam berkhutbah pada
Sholat Jum'at dengan ucapan "DENGARKAN", maka pahala Sholat
Jum'atmu menjadi batal. (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Atas perhatinnya diucapkan
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Toto S. Sapan - Batam
Jawaban:
Assalamu'alaikum wr. wb.
Rasulullah SAW Bersabda: "Idza Qulta li shohibika yaumal jum'ati
"Anshit" wal imamu yakhtub, faqad laghauta."
Artinya: Apabila kamu berkata kepada temanmu "ANSHIT" -diamlah- padahal
saat itu imam sedang berkhutbah, maka kamu telah kehilangan (pahala).
Makna hadist:
Hadist ini menerangkan kepada kita agar tidak berbicara ketika imam
sedang berkhutbah di atas mimbar pada hari Jum at. Jangan kan berbicara,
menegur orang lain dengan berkata kepadanya "dengarkan!" juga tidak
dibenarkan.
Kata "SHOHIB" (teman), dalam konteks hadist ini meliputi siapa saja yang
mengajak kita berbicara. Dipakai kata Shohib (teman), karena biasanya
yang mengajak kita berbicara adalah teman kita sendiri.
Kalimat "YAUMUL JUM'ATI" ( Hari Jum'at), mengisyaratkan bahwa larangan
berbicara hanya pada hari jum'at, dan di khususkan lagi bahwa larangan
tsb hanya ketika Imam/khatib sedang berkhutbah di atas mimbar. Adapun
sebelum imam/khatib naik mimbar atau sesudahnya tidak ada larangan
berbicara, meskipun sebaiknya diam.
Kalimat "LAGHAUTA": Oleh para ahli bahasa mengartikannya sebagai berikut:
- Kamu kehilangan pahala.
- Kehilangan fadhilah (keutamaan) ibadah jum'at.
- Ibadah shalat Jum'at Anda tidak ada bedanya dengan ibadah shalat Dzuhur biasa.
Kesimpulan dari arti yang mereka berikan tadi, hadist ini menerangkan
bahwa orang yang mengajak kawannya berbicara, atau pun orang yang
hanya menasehati kawannya agar tidak berbicara dengan mengucapkan
kepadanya "ANSHIT"--diamlah, maka shalat Jum'atnya tidak sempurna,
karena kehilangan pahala, atau kehilangan fadhilah (keutamaan) Jum'at,
sehingga pahala Jum'atnya hanya bagaikan pahala salat Dzuhur.
Ulama menambahkan, jikalau kita ingin menegur seseorang pada saat khutbah Jum'at,
agar tidak dengan bicara namun cukup dengan menggunakan Isyarat.
Wa 'l-Lahu a'lam
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Yusuf Salman
|