Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Membaca Do'a Iftitah dalam Shalat Sunnah Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Audzubillahi minasysyaitarir rajiim Bismillahir rahmanir rahim, Asyahadu Allahilahailalllah, Waasyhadu anna Muhammad darrasulullah. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberi rachmat dan taufiq kepada kita, amin.

Saya mau bertanya tentang bacaan solat, karena saya melihat orang-orang yang melaksanakan solat sunnah di masjid, baik itu Qabliya maupun Ba'dia kok solatnya cepat sekali, saya pernah bertanya kepada seseorang apakah dalam solat sunnah itu kita baca doa iftitah atau tidak, jawabannya adalah cukup dengan membaca Tasbih, bagaimana dengan Doa ifthitah tersebut, ada tercantum kalimat "inna solati wa nusyuki....... dan kalimat Mustaqabbill qiblati".

Maaf pak Kiyai, sesungguhnya mana yang betul, sebab bacaan-bacaan untuk solat sunat yang diperjual belikan ditoko serta ajaran tentang agama di sekolah hal ini tidak pernah di bahas.

Sekian pertanyaan dari kami, muda-mudahan saudara-saudara kami sesama muslim mengetahui prosedur yang terbaik untuk menghadap kepada Allah SWT, amin.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Achmad


Jawaban:

Yth. Bpk Achmad,

Assalamua'alaikum wr. wb.

Doa Iftitah pada dasarnya termasuk amalan yang disunnahkan dalam shalat, baik shalat lima waktu maupun shalat sunnah lainnya, yang dibaca setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama. Amalan sunnah adalah jika diamalkan akan mendapat pahala dari Allah dan jika tidak di laksanakan tidak mendapat pahala. Hingga kemungkinan mereka shalat agak cepat, namun yang perlu diperhatikan bahwa salah satu syarat sempurnanya ibadah shalat kita dengan berthuma'ninah (ya'ni dengan gerakan yang sempurna) juga khusyu' kepada Allah.

Adapun bentuk doa iftitah banyak macamnya. Dari bentuk yang pendek seperti:
Dari Aisyah R.A berkata adalah RAsulullah Saw apabila beriftitah beliau membaca : Suhanakallahumma wa bihamdika wa tabarakassmuka wa ta'ala jadduka walaa ilaaha gairuka ( Maha suci Engkau yaa Allah dan segala puji hanya untuk-Mu dan mmaha suci nama-Mu dan maha tinggi Kebesaran-Mu dan tidak ada tuhan selain Engkau) (HR. Abu Dawud, Daraquthni dari Anas, dan yang Lima dari Abi Said dan Muslim meriwayatkan juga dalam shahihnya.)

hingga yang cukup panjang:
Dari Ali bin Abi Thalib kemudian dari RAsulullah SAW: sesungguhnya jika memulai shalat beliau bertakbir kemusian membaca: "Wajjahtu waj-hiya lillaa-dzii fathoros-samaawaati wal-ardho haniifam-muslimaw- wamaa ana minal-musy-rikiin. Innash-sholaatii wanusukii wamah-yaaya wamamaatii lillaahi robbil'aalamiin. Laa syarikalahuu wabi-dzaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin. [minal-muslimiin*].Alloohumma ang-tal-maliku laa ilaaha illaa ang-ta, sub-haanaka wabihamdika ang-ta robbii, wa ana 'abduka zholamtu nafsi, wa'taroftu bi-dzam-bii fagh-firlii dzam-bii jamii'an innaahuu laa yagh-firudz-dzuunuba illaa ang-ta, wah-dinii li-ahsanil-akh-laaqi laa yahdii li-ahsanihaa illaa ang-ta, wash-rif'annii say-yi-ahaa laa yash-rifuu 'annii say-yi-ahaa illaa ang-ta labbaika wasa'daika, wal-khoiru kulluhu fii yadaika, wal-basyaru laisa ilaika, wal mah-diyyu man hadaita, ana bika wa ilaika, laa mang-jaa walaa mal-ja-aming-ka illaa ilaika tabaarok-ta wata'aalaita astagh-firuka wa-atuubu ilaik".

Artinya : "Kuhadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi, dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan tidaklah aku termasuk orang-orang yang msyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, kuserahkan kepada Allah Robb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah yang diperintahkan kepadaku. Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri [dari orang-orang yang berserah diri]. Ya Allah Engkau adalah Raja. Tidak ada Robb selain Engkau, Maha Suci Suci Engkau dan aku memujiMu. Engkau Robbku dan Aku hambaMu, aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah seluruh dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain daripada Engkau. Tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadanya selain daripada Engkau, dan jauhkanlah aku dari yang buruknya, karena tidak ada yang menjauhkannya daripadaku selain daripada Engkau. Kusambut panggilan Engkau dan kuikuti perintahMu. Seluruh kebaikan itu ada padaMu dan kejahatan itu tidak berasal dariMu, dan orang yang mendapatkan hidayah adalah orang yang Engkau beri hidayah. Aku denganMu dan kepadaMu. Tidak ada keselamatan dan perlindungan dariMu, kecuali kepadaMu. Wahai Robb kami bertambah-tambahlah keberkahaanMu dan bertambah-tambah pulalah keluhuranMu. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.) HR Muslim Tirmidzi, Abu DAwud, Nasa'I, dan ahmad, diriwayat Muslim dikatakan bahwa RAsulullah membaca do'a ini di shalat malam."

Salah satu nama lain dari doa iftitah adalah doa Tasbih karena do'a-do'a tersebut berisikan pujian-pujian kepada Allah SWT.


Wassalamu'alaikum wr. wb.

Muhammad Thalib

Bacaan : Al Fiqh ul Islam Waadillatuhu. Karya Dr. Wahbah Zuhaily.

 
 
Surah:. At Taubah (9)
Ayat: 60
 Listen to this ayat (verse)  إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
9.60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [647]. [647] Yang berhak menerima zakat ialah: 1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. 3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. 4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. 5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan ma'siat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. 7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. 8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan ma'siat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.
[ At Taubah : 60 ]

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com