Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Fidyah Bagi Wanita Hamil dan Menyusui Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Assalamu`alaikum wr. wb.
Pada waktu bulan Ramadhan tahun lalu saya tidak berpuasa karena sedang hamil 8 bulan. Tapi sudah membayar fidyah (1x Makan sehari).
Yang menjadi pertanyaan saya:
1. Apakah saya masih berkewajiban membayarnya tahun ini, sedangkan sekarang saya sedang menyusui.
2. Kalau saya tidak membayar, apakah saya harus membayar fidyah lagi, atau ada kewajiban yang lain untuk menggantikannya?
3. Kapankah fidyah itu dibayarkan, apakah pada waktu bulan itu atau bolehkah dibayarkan tahun ini. Dan sekalian menggantikan puasanya.
Atas jawaban dan ilmu yang pak Ustad berikan, saya ucapkan terima kasih.


Wassalamu'alaikum wr. wb.

Irawati


Jawaban:

Assalamu`alaikum wr. wb.

Di antara udzur-udzur yang diperbolehkan meninggalkan puasa adalah mengandung dan menyusui. Nabi Muhammad saw mengatakan: "Sesungguhnya Allأ¢h meletakkan dari seorang musafir [kewajiban] puasa dan 'setengahnya' shalat, dan dari ibu hamil dan ibu menyusui [kewajiban] puasa." [HR. Ahmad dan ashhأ¢b assunأ¢n dari Anas bin Mأ¢lik al-Ka'by].

Pendapat yang dhaif, dipelopori oleh Hanafiyah, menyatakan tidak diwajibkannya membayar fidyah kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Mereka hanya berkewajiban mengqadha puasanya. Sementara pendapat jumhur menyatakan kewajiban mengqadha dan membayar fidyah, "satu mud" bahan makanan pokok [beras, bukan nasi] untuk setiap hari meninggalkan puasa.

Kewajiban membayar fidyah ini apabila meninggalkan puasa demi keselamatan balita, sedangkan bila meninggalkan puasa demi keselamatan diri sendiri atau beserta keselamatan balita, maka tidak diwajibkan membayar fidyah. [Riwayat Ibnu 'Abbأ¢s --Nayl al-'Aththأ¢r, Imam Nawawi dalam Syarh al-Muhadzdzab].

Apabila Ramadhan tahun lalu meninggalkan puasa karena hamil, kemudian tahun depan meninggalkan puasa karena menyusui, maka masing-masing kasus meninggalkan puasa mempunyai konsekuensi hukum tersendiri. Yakni satu mud bahan makan pokok untuk setiap hari meninggalkan puasa.

Adapun waktu pembayaran fidyah adalah seumur hidup. Tidak ada keharusan membayar dalam satu putaran Ramadhan. Namun yang lebih utama adalah mempercepat pembayaran fidyah, terutama dalam bulam Ramadhan, karena keberkahannya. Menurut madzhab Hanbaliyah, pembayaran fidyah harus dilakukan segera.

Catatan: 1 mud = 675 gram atau 0,688 liter.

Wallahu a`lam. Semoga membantu.


Wassalamu'alaikum wr. wb.

Abdul Ghofur Maimoen
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com