Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Bersalaman setelah Shalat Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
------- Tanya ------- Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Saya inigin menanyakan tentang orang yang sehabis sholat kemudian bersalaman dengan orang sekitarnya. Apakah ada tuntunan dari nabi mengenai hal itu ? Wassalam, Agus Supriyanto --------- Jawab --------- Assalamu'alaikum wr. wb. Bersalaman sangat disunnahkan. Dalam sebuah hadist Rasulullah s.a.w. bersabda "Bila dua orang muslim bertemu lalu bersalaman, maka diampuni dosa keduanya sebelum keduanya saling berpisah" (H.R. Abu Dawud). Adapun bersalaman setelah shalat, tidak diajarkan oleh Rasulullah. Ibnu Hajar (dalam Fathul Bari) menukil perkataan Nawawi bahwa bersalaman adalah sunnah, melakukannya dalam momen tertentu tidak mengeluarkannya dari kesunnahan. Ibnu Taimiyah mengatakan bersalaman setelah shalat tidak dilakukan Rasulullah dan tidak pernah disunnahkan oleh para ulama. 'Izzuddin bin Abdussalam mengatakan ini bid'ah yang boleh (mubah) dilakukan. Sebagian ada yang mengatakan tidak boleh. Pemasalah cabang agama (furu'iyah) ini tidak perlu diperbesarkan, kita hormati saja saudara-saudara kita yang melakukannya semoga mereka mendapatkan apa yang dijanjikan hadist di atas. Bagi yang melakukannya hendaknya tidak beri'tikad bahwa bersalaman setelah shalat merupakan ibadah khusus, namun semata demi mengamalkan hadist Rasulullah di atas yang menganjurkan bersalaman bila kita saling bertemu. Betapa seringnya kita bertemu dengan saudara kita seiman, bahkan di dalam masjid kita sendiri, namun terkadang tidak sempat saling mengucapkan salam atau bahkan saling bersalaman. Masjid di samping sebagai tempat kita beribadah, menghadap Allah, juga tempat kita bisa saling bersilaturrahmi dengan saudara kita seiman. Dan saudara kita yang tidak melakukannya, harus kita hormati dan tidak perlu kita salahkan. Masjid adalah ruang kedamaian, tidak selayaknya kita menaruh, setitik pun rasa kurang baik di hati kita terhadap saudara kita lain, yang sama-sama datang ke rumah Allah itu untuk beribadah. Wassalam Muhammad Niam
 
 
Surah:. Huud (11)
Ayat: 108
 Listen to this ayat (verse)  وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ إِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ عَطَاء غَيْرَ مَجْذُوذٍ
11.108. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
[ Huud : 108 ]

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com