Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Jarak antara Khitbah dan Walimah Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
----- Tanya ----- Assalamu'alaikum wr wb Sekitar sebulan yang lalu saya dikenalkan dengan seorang akhwat oleh teman kuliah. Menurut pandangan saya akhwat tersebut baik secara agama. Saya bermaksud menjadikan dia istri, namun oleh orang tua baru boleh menikah tahun depan karena diharuskan menyelesaikan kuliah terlebih dahulu (saya kuliah sambil kerja). Akhwat ini minta agar saya khitbah dulu agar bila ada ikhwan lain yang akan mengkhitbah dia bisa menolak dengan alasan sudah dikhitbah. Apakah dibenarkan mengkhitbah dengan jarak waktu walimah masih satu tahun lagi ? Terimakasih atas jawabannya. Wassalamualaikum wr wb. Denni ------ jawab ------ Sdr. Denni, Khitbah atau pertunangan adalah tanda kesepakatan dari kedua belah pihak mempelai mengenai pernikahan yang akan dilangsungkan kemudian. Mengenai batas waktu dari khitbah sampai akad nikah tergantung isi kesepakatan kedua belah pihak, bisa setengah tahun, setahun atau dua tahun dll. yang masing-masing tentu punya alasan termasuk alasan studi. Dalam masa khitbah ini juga merupakan masa khiyar (memilih). Jika selama masa khitbah salah satu pihak atau bahkan masing-masing pihak mendapatkan suatu kekuragan pada pihak yang lainnya yang kira-kira memberatkan untuk diteruskan sampai dilangsungkaannya pernikahan, maka pertunangan tersebut bisa dibatalkan. Inilah antara lain gunanya ada masa khitbah dalam Islam. Karena itu sehubungan dengan pertanyaan Saudara, boleh saja Saudara melakukan khitbah saat sekarang sedang akad nikahnya setahun kemudian asal disepakati oleh pihak kedua (mempelai perempuan) Wallhu a'alm bishowab, Demikian jawaban, semoga dapat membantu. Bukhori SA
 
 
Surah:. An Nisaa (4)
Ayat: 141
 Listen to this ayat (verse)  الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّهِ قَالُواْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُواْ أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً
4.141. (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mu'min). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata : "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata : "Bukankah kami turut memenangkanmu [363], dan membela kamu dari orang- orang mu'min ?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. [363] Yaitu dengan jalan membukakan rahasia-rahasia orang mu'min dan menyampaikan hal ihwal mereka kepada orang- orang kafir atau kalau mereka berperang di pihak orang mu'min mereka berperang dengan tidak sepenuh hati.
[ An Nisaa : 141 ]

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com