|
Ditulis oleh Dewan Asatidz
|
|
-----
Tanya
-----
Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya pernah mendapat penjelasan rekan saya yang menerangkan bahwa kisah
peristiwa penyembelihan Ismail as oleh Ibrahim as kemudian diganti oleh
seekor domba sebagaimana yang banyak diceriterakan ulama saat ini adalah
terpengaruh oleh versi Yahudi.
Sedang menurutnya yang benar adalah Perintah Allah Swt kepada Nabi
Ibrahim untuk melaksanakan khitan dan aqiqah (menyembelih kurban) kepada
nabi Ismail as, dikarenakan usia nabi Ismail as telah baligh (dewasa)
Mohon tanggapannya mengenai hal tsb
Terima kasih
Wassalamu'alaikum Wr Wb
A. Gunadi
=====
Jawab :
=====
Salam,
Saudara Andrew yang budiman,
Kisah tentang penyembelihan Nabi Ibrahim AS atas Nabi Ismail AS, yang
kemudian diganti oleh Allah SWT seekor kambing, telah dijelaskan oleh Allah
SWT dalam Al-Qur'an, tepatnya surat Ash-Shaffat, ayat 99-113.
Kira-kira, kisah globalnya sebagai berikut :
Adalah mimpi Nabi Ibrahim AS yang menerangkan beliau menyembelih putranya,
Ismail AS. Dalam Qur'an dijelaskan, "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur
sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:"Hai anakku
sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.Maka
fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab:"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk
orang-orang yang sabar". (QS. 37:102)
Bahwasanya mimpi seorang nabi merupakan wahyu, sehingga Nabi Ibrahim AS pun
melakukan wahyu yang memerintahkan penyembelihan itu. "Tatkala keduanya
telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya),
(nyatalah kesabaran keduanya)". (QS. 37:103)
Nabi Ibrahim AS telah melaksanakan perintah dalam mimpi itu tanpa keraguan,
maka Allah SWT pun berfirman :"Dan Kami panggillah dia:"Hai Ibrahim", (QS.
37:104).
"...sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah
Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik". (QS. 37:105)
Allah menerangkan itu semua, dan menyatakan : "Sesungguhnya ini benar-benar
suatu ujian yang nyata". (QS. 37:106).
Lalu, Allah SWT mengganti penyembelihan Ismail AS itu dengan firman-Nya,
"Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar". (QS.
37:107).
Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan "Sembelihan Yang Besar" adalah
kambing/domba.
Lalu, bagaimana dengan pertanyaan Anda, bahwa itu semua adalah cerita versi
Yahudi/Bani Israel?
Memang, baik Islam maupun Yahudi mempunyai cerita-cerita tentang para Nabi.
Itu karena sumber sejarahnya sama, yaitu sejarah Nabi Ibrahim AS. Baik,
Islam maupun Yahudi sama-sama mengagungkan Nabi Ibrahim AS. Kalau memang
cerita versi Yahudi adalah seperti Islam, maka itulah kesamaan agama-agama
samawi. Tetapi, ada satu hal yang membedakan dan diubah ceritanya oleh
orang-orang Yahudi/Bani Israel.
Orang Yahudi mengklaim bahwa yang disembelih bukanlah Ismail, tetapi Ishaq
[Anda bisa mengecek keterangan ini dalam Perjanjian Lama]. Di sinilah yang
ditolak dan dibenarkan sejarahnya oleh Allah SWT sebagaimana yang termaktub
dalam ayat Qur'an di atas.
Demikian, maaf jika tidak memuaskan. Wallahu A'lam
Wassalam,
Luthfi Thomafi
|