Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Hadis Tentang Kaum Muslimin di Akhir Zaman Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Tanya:
Ustadz, saya mau minta tolong nih. Saya sedang menulis tentang kondisi generasi Islam saat ini dan saya memerlukan hadist nabi yang intinya mengatakan bahwa pada akhir zaman nanti keadaan kaum muslimin di dunia ini bagaikan buih di lautan. Saya sudah berusaha mencarinya dan bertanya pada teman-teman barangkali ada yang hapal tapi mereka semuanya mengatakan tidak hapal dan tidak tahu di kumpulan hadist yang mana hadist itu berada.

Ustadz, tolong dong saya diberitahu hadist tersebut (tulisan Arab dan terjemahannya).

Jazakallah.
Siti Hamidah

Jawab:
Sebelumnya saya mendoakan semoga tulisan yang sedang Anda tulis itu bermanfaat bagi Anda maupun bagi kaum Muslimin umumnya.

Hadits yang Anda tanyakan itu adalah hadits Tsauban r.a. Maula (mantan hamba sahaya) Rasulullah Saw, dari Rasulullah Saw. Hadits itu berbunyi sebagai berikut:



Yang artinya: "Dari Tsauban ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Suatu masa nanti, bangsa-bangsa akan memperebutkan kalian seperti orang-orang yang sedang makan yang memperebutkan makanan di atas nampan". Kemudian ada sahabat yang bertanya: "Apakah saat itu kita (kaum Muslimin) berjumlah sedikit [sehingga bisa mengalami kondisi seperti itu]?". Rasulullah Saw menjawab: "Sebaliknya, jumlah kalian saat itu banyak, namun kalian hanyalah bak buih di atas air bah [yang dengan mudah dihanyutkan ke sana ke mari]. Dan Allah SWT akan mencabut rasa takut dari dalam diri musuh-musuh kalian terhadap kalian, sementara Dia meletakkan penyakit wahn dalam hati kalian." Ada sahabat yang bertanya lagi: "Wahai Rasulullah Saw, apakah wahn itu?" beliau menjawab: "Cinta dunia dan takut mati."

Hadits ini ditakhrij oleh:
  1. Sulaiman bin Asy'ats Abu Daud as Sajastani al Azdi, dalam kitabnya: Sunan Abi Daud, juz 4, hal. 111, hadits no. 4297, Darul Fikr, tt.
  2. Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah al Kufi, dalam kitab Mushannaf ibnu Abi Syaibah, juz 7, hal. 463, hadits no. 37247, Maktabah ar Rusyd, Riyadh, 1409 H, cet. I.
  3. Ahmad bin Hambal, dalam kitabnya Musnad Ahmad, juz 5, hal. 278, no. 22450, Muassasah Qurthubah, Mesir.
  4. Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub Abu Qasim ath Thabrani, dalam kitabnya Musnad asy Syaamiyyiin, juz 1, hal. 344, no. 600, Muassasah Risalah, Beirut, cet. I, 1405 - 1984.
  5. Sulaiman bin Daud, Abu Daud al Farisi al Bashri ath Thayalisi, dalam kitabnya Musnad ath Thayalisy, juz 1, hal. 133, no. 992, Darul Makrifah, Beirut.
  6. Abu Bakar Ahmad bin Husain al Baihaqi, dalam kitabnya Syu'abul Iimaan, juz 7, hal. 197, hal. 10372, Darul Kutub al Ilmiyyah, Beirut, 1410 H, cet. I.
  7. Muhammad bin Ali bin Hasan Abu Abdillah al Hakim at Tirmidzi, dalam kitabnya Nawadir Ushul fi Ahadiits ar Rasuul, juz 4, hal. 156, Darul Jail, 1992.
  8. Abu Syuja' Ad Dailami al Hamdzani, dalam kitabnya Al Firdaus bi Ma'tsuur al Khath-thab, juz 5, hal. 527, no. 89770, Darul Kutub Ilmiyyah, Beirut, 1986.

Semua jalan periwayatan hadits tesebut berasal dari periwayatan Tsauban maula Rasulullah Saw.

Demikianlah, semoga jawaban ini bermanfaat bagi Anda.

Dewan Asaatid Pesantren Virtual
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com