Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Cairan Dari Kemaluan Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Tanya:

Saya ingin menanyakan sesuatu. Saya mempunyai seorang teman wanita yang mengeluh kalau sedang terangsang ia mengeluarkan semacam cairan dari kemaluannya. Apakah ini yang disebut mani pada wanita? Dan apakah setelah keluar cairan tersebut teman saya wajib mandi?

Royyana Muslim I - Surabaya

Jawab:

Ada tiga macam cairan yang lazim keluar dari alat kelamin: mani, madzi, dan wadi.

Untuk yang pertama (mani), keluarnya saat muncul syahwat yang tinggi. Ciri-cirinya: kental (bagi orang laki-laki) dan encer (bagi orang perempuan), terasa nikmat saat mengeluarkannya, dan keluarnya memuncrat, lantas setelah itu syahwat hilang (sementara).

Madzi, adakalanya keluar saat kecapaian dan adakalanya muncul karena syahwat yang tidak begitu memuncak. Warnanya putih dan encer.

Kalau menurut penuturan Anda, berarti cairan yang keluar dari kelamin kawan Anda itu kemungkinan besar adalah madzi. Karena keluarnya saat terangsang, syahwat belum memuncak.

Semua yang keluar dari alat kelamin dan anus (sabiilain) itu membatalkan wudlu, kecuali mani. Namun, kalaupun mani tidak mewajibkan wudlu, ia mewajibkan mandi.

Ini tidak berarti harus mandi setiap mengeluarkan wadi atau madzi. Hanya wajib wudlu saja. Yang perlu diketahui, madzi dan wadi itu najis. Kalau keduanya mengenai celana harus disucikan.


Arif Hidayat
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com