Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Hak Suami Isteri Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Assalamualaikum Wr.Wb. Apakah dibenarkan bila saya memberikan sebagian penghasilan bulanan saya kepada orang tua saya tanpa sepengetahuan istri saya ? yang mana uang tersebut untuk tambahan biaya hidup sehari-hari serta biaya pengobatan orang tua saya. Karena istri saya suka keberatan bila saya bilang akan transfer sekian untuk orang tua saya yang ujung-ujungnya bisa ribut. Saya berusaha untuk adil bagi kedua belah pihak. Istri saya juga bekerja. Mohon diberi penjelasan apakah saya berhak memberi orang tua saya tanpa sepengetahuan istri saya ? Kalau berhak mohon sertakan dengan hadist atau aturan-2 yang berlaku. Bila tidak berhak mohon diberikan solusinya. Terima kasih atas bantuannya. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb Erik Hosen Jawab : ----- Jawab ----- Assalamualaikum Wr.Wb. Sdr. Erik Hosen, Nabi Muhammad saw tidak pernah memberitahukan secara terperinci persoalan keuangan keluarga beliau. Mungkin, yang menjadi pesan beliau adalah agar kita mengatur segala urusan rumah tangga senantiasa dilandasi kebaikan, kerjasama, positive thinking dan hal-hal yang mendukung kemaslahatan lainnya, antara suami dan istri. Seorang istri, dalam Islam, juga tidak wajib tahu urusan keuangan suaminya. Tetapi, diharapkan juga agar suami pun tidak terlalu tertutup segala hal yang dimilikinya itu kepada istrinya, sehingga ketertutupan itu, barangkali, bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam berumah tangga. Idealnya, ada keterbukaan antara suami dan istri dalam segala hal, kecuali hal-hal yg berhubungan dengan orang lain seperti pekerjaan dan lain sebagainya. Tidak ada kewajiban bagi sang suami untuk melaporkan segala pengeluaran-pengeluarannya kepada sang istri. Konsep kesejajaran antara istri dan suami dalam Islam, yang paling ideal, tentunya adalah sikap saling mencintai, saling percaya dan saling terbuka. Usahakan sikap-sikap ini untuk anda kembangkan dalam rumah tangga anda sehingga anda akan mendapatkan hal yang lebih baik. Berikut, garis besar hak dan kewajiban suami isteri yang kami nukil dari buku "Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap" karangan H.A. Abdurrahman Ahmad. Hak Bersama Suami Istri - Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21) - Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa': 19 - Al-Hujuraat: 10) - Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa': 19) - Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih) Adab Suami Kepada Istri . - Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24) - Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14) - Hendaknya senantiasa berdo'a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74) - Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali) - Jika istri berbuat 'Nusyuz', maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa': 34) ... 'Nusyuz' adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hat ketaatan kepada Allah. - Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi) - Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7) - Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi) - Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri) - Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya'la) - Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa': 19) - Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud). - Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih) - Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali) - Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa': 3) - Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa'i) - Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali) - Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40) Adab Isteri Kepada Suami - Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa': 34) - Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228) - Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa': 39) - Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah: a. Menyerahkan dirinya, b. Mentaati suami, c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya, d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali) - Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa' i, Muttafaqun Alaih) - Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim) - Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi) - Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi) - Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: "Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi) - Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani) - Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani) - Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa': 34) - Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri) - Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih) - Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31) Isteri Sholehah - Apabila' seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban) - Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33) - Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban) - Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan utama dalam Demikian, semoga membantu. Wassalam M. Luthfi Thomafi
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com