Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Menggabung Qurban dengan Aqiqah Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Menggabung Qurban dengan Aqiqah

Assalamu'alaikum. Saat anak kami lahir belum aqiqoh karena belum ada dana, lalu setelah dewasa sudah kami aqiqoh dengan niat dalam hati, kambing aqiqoh kami serahkan ke panitia kurban (Idul Adha) di masjid,

saat penyembilhan tukang penyembelih tidak menggunakan doa aqiqoh, tapi dengan doa kurban & lalu daging dibagi ke masyarakat. Pertanyaan : 
- Bolehkah aqiqoh dengan cara spt itu? 
- bagaimana hukumnya ?
Demikian prtanyaan kami, terima kasih, Mohon segera dijawab.
Wassalamu'alaikum
Aryana

Assalamu'alaikum w.w. Apabila hari penyembelikan Qurban bertepatan dengan hari ketujuh kelahiran bayi, apakah mencukupi untuk tujuan aqiqah juga? Bolehkah menggabung Qurban dengan Aqiqah?

Ada dua pendapat ulama tentang masalah tersebut. 
Pendapat pertama mengatakan: Qurban juga mencukupi Aqiqah. Pendapat ini diriwayatkan dari Imam Ahmad dan Abu Hanifah dan beberapa ulama seperti Hasan Basri, Ibnu Sirin, Qatadah dan lain-lain.

Ini masalah manggabung dua niat dalam satu ibadah yang sejenis maka sah, seperti seseorang yang masuk ke masjid lalu dia niat sholat tahiyatul masjid dan sunnah rawatib maka sah dan mendapatkan pahala keduanya, begitu juga seorang yang melakukan haji tamattu’ ketika menyembelih dam dia meniatkan qurban, maka dia mendapatkan keduanya. Banyak sekali contohnya, termasuk juga sholat ied pada hari Jum’at, maka diperbolehkan tidak sholat Jum’at.

Pendapat kedua mengatakan tidak sah. Ini pendapat Imam Syafi’I dan Imam Malik. Pendapat kedua ini juga salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Alasannya karena keduanya mempunyai tujuan yang berbeda dan sebab yang berbeda, itu mirip dam tamattu’ dan fidyah, maka tidak bisa saling mencukupi dan harus dilaksanakan sendiri-sendiri. Qurban adalah tebusan untuk diri sendiri sedangkan Aqiqah adalah tebusan untuk anak yang lahir, dengan menggabungkannya, akan mengaburkan tujuannya. 

Ini berbeda dengan menggabung dua sholat sunnah, karena tahiyatul masjid bukanlah sholat yang menjadi tujuan utama, itu hanya pelengkap masuk masjid sehingga bisa terlaksana bersama dengan sholat lainnya.

Dipersilahkan ikut pendapat yang diyakini. Wallahu a’lam
Wassalam

Ust. Muhammad Niam

 
 
Surah:. Ash-Shaaffat (37)
Ayat: 49
 Listen to this ayat (verse)  كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُونٌ
37.49. seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.
[ Ash-Shaaffat : 49 ]

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com