Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

"Laa Kalaama Qobla-s-Salaam" Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Kami pernah mendengar bahwa bila salah seorang berbicara (memberikan sambuatan dalam suatu acara) di depan jamaah, sebelum mengucapkan salam yang bersangkutan membaca Basmalah dahulu kemudian disusul dengan membaca salam. Akan tetapi jamaah yang mendengar ucapan salam tersebut tidak menjawabnya dengan alasan atas keterangan "laa kalaama qoblas-salaam" (tidak ada pembicaraan sebelum salam).

Tanya Jawab (413): Hadist "laa kalaama qoblas-salaam" ----- Tanya ----- Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Pengasuh yang budiman. Kami pernah mendengar bahwa bila salah seorang berbicara (memberikan sambuatan dalam suatu acara) di depan jamaah, sebelum mengucapkan salam yang bersangkutan membaca Basmalah dahulu kemudian disusul dengan membaca salam. Akan tetapi jamaah yang mendengar ucapan salam tersebut tidak menjawabnya dengan alasan atas keterangan "laa kalaama qoblas-salaam" (tidak ada pembicaraan sebelum salam). Yang ingin saya tanyakan apakah dasar tsb adalah hadist atau pendapat ulama saja. Bukankah setiap perbuatan yang baik itu harus didahului oleh Asma Allah (Basmalah). Mohon penjelasan pengasuh. Wassalam. Kang Asep ----- Jawab ----- Assalamu'alaikum war. wab. Hadist tersebut diriwayatkan dari Jabir oleh Tirmidizi dengan redaksi "Assalamu qablal kalaam" (salam diucapkan sebelum berbicara) . Tirmidizi memberi hukum hadist ini munkar. (5/59) Hadist ini juga diriwayatkan oleh Abu Ya'la dalam musnadnya, dengan tambahan redaksi: "Janganlah kamu mengajak seseorang untuk menikmati makanan sebelum ia mengucapkan salam". (4/48) Dar Qutni, Dzahabi dan Ibnu Jauzi mengatakan bahwa hadist tersebut maudlu' atau palsu, ciptaan Isamil bin ABi Ziyad al-Syami. Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, makna dari hadist tersebut diperkuat oleh beberapa riwayat lainnya, seperti riwayat yang mengatakan Rasulullah melarang berbicara atau mulai makan sebelum mengucapkan salam. Ada juga hadist dengan riwayat Ibnu Adiy dengan redaksi "Assalaamu qabla-s-su'al" (hendaknya mengucapkan salam sebelum bertanya). Menurut Ibnu Qayyim hadist ini riwayatnya lebih kuat. (lihat Faidlul Qadir, Munawi, 4/149) Meskipun hadist tersebut tidak kuat, tetapi melihat makna dan beberapa riwayat lain yang menganjurkan mengucapkan salam ketika memulai pertemuan atau pembicaraan, maka sebenarnya mengucapkan salam pada permulaan pembicaraan merupakan adab Islami. Berikut beberapa keutamaan dan adab mengucapkan salam: - Menyebarkan salam, berarti menyebarkan kasih sayang. (Muslim, Abu Dawud,Tirmidzi). - Memberi salam menghilangkan takabur. (Baihaqi). - Mengucapkan 'Asalamu'alaikum', akan mendapatkan sepuluh pahala, 'Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu' mendapatkan tiga puluh pahala.(Tirmidzi, Nasa' i). - Sunnah memberi salam kepada yang dikenal atau yang belum kenal.(Bukhari, Muslim,Nasa'i). - Lebih utama mengucapkan salam terlebih dahulu. (Abu Dawud, Ahmad). - Aturan dalam mengucapkan salam: . Yang kecil memberi salam pada yang besar. . Yang berjalan kepada yang duduk. . Yang sedikit kepada yang bayak. . Yang berkendaraan kepada yang berjalan kaki. (Bukhari, Muslim). - Jangan mendahului salam kepada non muslim. (Muslim). - Jika orang non muslim mengucapkan salam kepada kita, hendaknya menjawab : Wa 'alaikum '. (Muslim, Nasa' i, lbnu Majah). - Tidak boleh mengucap salam dengan kalimat ' Alaikas salam' karena itu adalah salam yang diperlukan bagi orang mati. (Tirmidzi, Nasa' i). - Tidak boleh memberi salam ala Yahudi dan Nasrani, yaitu dengan melambaikan tangan dan memberi isyarat jari. (TIrmidzi, Dailami). - Bila diberi salam melalui seseorang, hendaknya menjawabnya: 'Alaika wa'alaihi salam'. (Bukhari, Muslim, TIrmidzi). Mengucapkan salam sebelum memulai pidato atau khutbah tidak bertentangan dengan hadist yang menganjurkan membaca basmalah ketika memulai setiap pekerjaan penting. Dalam riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasai dan Ibnu Hibban, Rasulullah s.a.w. bersabda"Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan "bismillahirrahmaanirrahim", maka ia akan kehilangan barokah". Selama basmalah dan salam diucapkan di awal pembicaraan, insya Allah keduanya tidak bertentangan dengan hadist-hadits di atas. Mungkin akan lebih bijaksana bila misalnya membaca basmalahnya tidak dengan keras, tapi cukup dengan suara lirih untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat yang kebetulan mengetahui hadist Tirmidzi di atas. Imam Nawawi mengatakan: hukum menjawab salam, bila salam ditujukan kepada satu orang maka hukumnya fardlu ain bagi orang tersebut, bila salam itu ditujukan kepada halayak, hukumnya fardlu kifayah. Dalam surah an-Nisa 86 dikatakan: "Apabila kamu dihormati dengan penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau dengan yang serupa". Dalam sebuah hadist dikatakan "Barangsiapa menjawab salam maka baginya pahala salam, barang siapa tidak menjwab, ia tidak termasuk kita" Hadist yang mewajibkan menjawab salam sifatnya umum dan tidak ada perbedaan antara salam diucapkan di awal pembicaraan atau tidak. Ini juga berlaku pada salam yang diucapkan sebagai penutup pembicaraan sesuai hadist tirmidzi: "Apabila kalian mengahiri majlis maka ucapkanlah salam". Maka sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menjawab salam, apalagi alasanya hanya karena salam tersebut diucapkan tidak di awal pembicaraan. Salam yang diucapkan di awal pembicaraan, ditengah pembicaraan atau di akhir pembicaraan tetap wajib dijawab. Salam adalah doa yang diucapkan untuk yang mendengarnya, maka yang mendengarnya wajib membalasnya dengan do'a yang lebih baik atau serupa, sesuai ayat surah An-Nisa 86 di atas. Wallahu a'lam bissowab. Wassalam Muhammad Niam
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com