Salat Di atas Kuburan

Tanya:

Ada dalam suatu hadis (di buku "Islam Aktual" karangan Jalaludin Rahmat) tentang Rasullulah saw salat 2 raka'at di atas kuburan salah seorang wanita tukang bersih Mesjid Nabawi. Mungkin bisa dijelaskan tentang hukum salat di atas kuburan atau sekitar kuburan?

Muhamadian Rostian - Cibubur


Jawab:

Jika mengacu kepada hadis-hadis Nabi, akan kita temukan hadis yang melarang dan ada juga hadis yang menceritakan bahwa Nabi pernah melakukan salat di atas kubur. Dari situ, para ulama' fiqh sepakat bahwa salat di atas kuburan hukumnya makruh. Untuk lebih rincinya akan kami paparkan pendapat empat mazhab:

a) Mazhab Hanafi: salat di kuburan hukumnya makruh jika kubur tersebut tepat berada di depannya, di mana ketika seseorang melakukan salat pandangan matanya akan melihat ke kubur tersebut. Ada pun jika kubur tersebut berada di belakangnya, di atasnya, atau di bawahnya (di injak) maka salat di atas kubur tidak makruh. Kemakruhannya ini pun terbatas pada salat yang dilakukan berulang-ulang, atau suatu kebiasaan. Jika bukan kebiasaan maka salat di atas kuburan sah, tidak makruh. Dengan syarat, kubur tersebut bersih dan suci, tidak najis dan tidak kotor. Khusus untuk kubur para Nabi, maka salat di atas kubur mereka hukumnya tidak makruh, sah secara mutlak.

b) Mazhab Malik: salat di atas kuburan adalah sah tanpa ada hukum makruh, asalkan kubur tersebut suci dan terhindar dari najis.

c) Mazhab Syafi'i: salat di kuburan hukumnya makruh, baik kubur itu berada di depannya, belakangnya, sampingnya maupun di bawahnya, kecuali kubur para Nabi dan syuhada'. Untuk kubur para Nabi dan syuhada', salat di pekuburan mereka hukumnya tidak makruh, sah, asalkan, tidak dimaksudkan untuk mengagungkan atau menghormati mereka. Jika dimaksudkan untuk menghormati atau mengagungkan mereka hukumnya haram.

d) Mazhab Hanbali: salat di kuburan umum (terdiri lebih dari tiga buah kuburan) hukumnya tidak sah, batal. Namun jika jumlah kuburan tidak mencapai tiga buah, maka salat di atasnya sah, tanpa ada hukum makruh. Asalkan, selama waktu salat tidak menghadap ke arah kubur tersebut (berarti ketika salat, kubur tersebut berada di belakang atau di samping, bukan di depan). Jika menghadap ke arah kubur maka hukumnya makruh.


Shocheh Ha.