Apakah Islam mengenal "Original Sin" ?

----- Tanya ----- Assalamualaikum Wr Wb Dengan Hormat, Dikalangan umat Katholik ada dikenal istilah original sin, yaitu dosa bawaan pada setiap manusia termasuk bayi yang baru lahir yang diakibatkan pelanggaran (dosa) yang dilakukan oleh Adam & Hawa. Uniknya umat Islam yang jelas-jelas tdk sepakat dengan hal ini (original sin), ternyata masih banyak diantaranya termasuk ulamanya justru menerapkan original sin ini terhadap jin sesat/ setan/ iblis (anak keturunan jin sesat/ iblis otomatis durhaka dan masuk neraka) menurut "keterangan Pesantren Virtual sebelumnya ini adalah bahagian dari ketentuan (kodrat & Iradhat) Allah Swt." Konsep ini akan bertentangan dengan konsep Allah Maha Adil & Maha Rahman-Rahim. Anak keturunan manusia sesat (Firaun maupun Abu Jahal) punya hak yang sama untuk memilih menjadi mahluk yang saleh atau sesat. Anak keturunan Jin sesat (termasuk Iblis) boleh pula memilih menjadi jin yg saleh atau jin yang sesat. Akibat perbuatan tsb (positif ataupun negatif) menjadi tanggungan masing-masing mahluk. Ketika Allah Swt menciptakan Adam as (manusia pertama) maka Allah memerintahkan Para Malaikat dan Jin untuk sujud (penghormatan) kepada Adam as. Ketika itu para Malaikat & Jin sujud kepada Adam, hanya Iblis yang tdk mau sujud, dan iblis itu dari golongan Jin. Peristiwa tsb diatas mengakibatkan dikenalnya iblis sbg setan atau jin sesat atau bpk setan (secara simbolik) yang pertama Jadi Allah tdk pernah menciptakan setan utk menggoda manusia & tidak ada keterangan ada satu mahlukpun (termasuk Jin & Manusia) yang Allah ciptakan yang sudah Allah tentukan utk menjadi penghuni neraka, (akan tertadi pertentangan dng sifat Allah Maha Adil) Peristiwa pembangkangan iblis adalah kesalahan iblis itu sendiri. Saya cenderung berpendapat setiap mahluk fitrahnya islam dan setiap mahluk baik dari kalangan Jin & Manusia punya hak dan kesempatan yang sama, baik itu utk memilih menjadi sesat, juga untuk beribadah dan utk masuk Surga. Adanya keterangan iblis beserta keturunannya, hal tsb lebih bersifat simbolik pada keturunannya yg sesat, karena pada penjelasan2 lain berbunyi iblis beserta pengikut-pengikutnya. Sedang setan itu sendiri juga bisa dari kalangan manusia (QS; Al-An'am) Demikian pandangan saya, atas tanggapan yg diberikan oleh Pesantren Virtual saya ucapkan terima kasih. Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalammualaikum wr. wb. Andrew -------- Jawab -------- Assalamualaikum wr. wb. Sdr. Andrew, Dalam beberapa hal, kami sependpat dengan Saudara. Untuk lebih jelasnya dapat kami tambahkan sbb.: Original sin yang di yakini oleh umat Katolik tidak sama dengan keyakinan tentang dosa setan dalam Islam. Jika dalam Kristen Katolik di ajarkan paham bahwa setiap manusia yang lahir menanggung beban dosa bawaan, maka dalam islam di ajarkan bahwa setiap manusia yang lahir adalah suci dan bersih dari dosa. "Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci / bersih dari dosa), orang tuanya lah (pengasuhnya lah) yang menjadikan dia Yahudi atau Nasrani atau Majusi". Tentang setan Setan dalam bahasa arab Syaithon, berasal dari kata Syatona sinonimnya Ba'uda yang berarti jauh /menjauh dari perintah Allah. Setan yang digambarkan dalam Al-Qur'an surat al A'raf ayat 14 dan 15 adalah dari jenis Jin yang disebut oleh Allah sebagai Iblis. Sedangkan dalam Surat Al-An'am ayat 112 disebutkan bahwa setan terdiri dari du a macam : setan yang berasal dari manusia dan setan yang berasal dari Jin. Dalam Surat Al'A'raf ayat 14 dan 15 tersebut dhomir yang dipakai adalah dhomir "mutakalim binafsihi" "Qoola andzirniy ila yaumi yub'atsuun". Demikian pula ketika Allah menjawab " Qoola innaka minal mundzariin" Dhomir yang dipakai adalah "Ka" orang kedua tunggal. Ini artinya bahwa Iblis yang dilaknat oleh Allah itu sendirian, sedangkan yang lain adalah setan-setan dari golongan Jin dan Manusia yng terkena rayuan gombal Iblis seperti yang diterangkan dalam ayat 18 suarat Al-A'raf. Dari keterangan dia atas dapat disimpulkan bahwa Setan bukanlah jenis/golongan mahluk tersendiri seperti halnya Jin atau manusia. Setan adalah stiap manusia atau jin yang sengaja membangkang terhadap perintah Allah dan Rasulnya yang dikomandoi oleh Iblis. Sedangkan Iblis sebagai tokoh sentralnya Setan (keturunan Jin)telah diberi Muhlah (penangguhan) oleh Allah untuk tidak mati sampai hari kiamat dan selalu berupaya menyelewengkan / menggoda manusia yang mau berbuat kebaikan. Jadi dimasukkannya setan ke Neraka oleh Allah bukan karena original sin, melainkan karena perbuatannya yang memang selalu membangkang terhadap perintah dan larangan Allah. Demikian pendapat kami, Wallahu A'lam bissawab Wassalamualaikum wr.wb. Bukhori SA