Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Merangkap Niat Puasa Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Tanya:
Saya mau nanya bagaimana hukumnya jika kita niat bayar hutang puasa wajib dibarengi sekalian dengan puasa sunah. Contohnya saya hutang puasa romadlon 6 hari karena halangan lalu saya bayar barengan dengan puasa sunah syawal dengan mendulukan niat bayar romadlon daripada puasa syawal?.
Terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu'alikum Wr. Wb.
Dyah

Jawab:

Dalam melakukan ibadah wajib sebagaimana halnya puasa Ramadlan, niat tidak boleh dirangkap. Demikian pula tentu dalam hal mengqadla puasa Ramadan. Karena qadla puasa (Ramadlan) hukumnya wajib, maka niatnya pun tidak boleh dirangkap.

Kaidah ini (tidak boleh merangkapkan niat) berlaku dalam ibadah apa saja, baik antara wajib dengan sunat, antara wajib dengan wajib, dan antara sunat dengan sunat. Hanya saja ada beberapa ibadah tertentu, menurut sebagian ulama, boleh dirangkap niatnya. Seperti seorang yang mandi junub pada pagi hari Jum'at, boleh merangkapkan niatnya dengan mandi Jum'at. Orang yang haji boleh merangkapnya dengan niat 'umrah. Salam dari salat sambil meniatkannya salam kepada orang lain di dekatnya. Dan sebagainya.

Arif Hidayat
Dewan Asaatidz Pesantren Virtual
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com