Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Pembagian Tauhid Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Tanya:

Di sini saya ingin bertanya tentang huraian Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Rububiyah. Yang mana satu harus saya belajar. Harap Ustaz memberi penjelasan.

Azman Ibrahim


Jawab:

Sdr. Azman Ibrahim,

Pembagian Tauhid sebenarnya lebih merupakan masalah methodologis, dalang rangka memudahkan pemahaman bagi kaum awam. Maka di sana kita menemukan bahwa para ulama Islam berbeda-beda dalam membagi Tauhid, bahkan sebagian ulama ada yang kurang sependapat dengan pembagian-pembagian Tauhid tersebut. Namun ada baiknya juga kita mempelajari pembagian-pembagian Tauhid yang dibuat oleh ulama-ulama Islam, dalam rangka memudahkan pemahaman kita terhadap masalah yang cukup penting dalam agama kita ini, yaitu Aqidah.

Para ulama ada yang membagi Tauhid menjadi tiga bagian, yaitu Tauhid Uluhiyah, Rububiyah dan Asma' Sifat. Sebagian lagi ada yang membagi Tauhid menjadi dua, yaitu: Tauhid al-Itsbat wal Ma'rifah (Tauhid Keyakinan dan Pengertian) dan Tauhid fil Thalab wal Qasd (Tauhid Pengharapan dan Penghambaan). Sebenarnya pembagian-pembagian tersebut intinya tetap kepada satu tujuan, yaitu ajaran menyatukan Allah.

Tauhid Rububiyah maksudnya : Keyakinan hamba bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang menciptakan seluruh ciptaan ini dengan sendiri, dan pengakuan bahwa Allah lah satu-satunya Dzat yang mengatur semua ciptaan ini, Yang memiliki alam semesta, Yang menghidupkan seluruh kehidupan dan Yang mematikan seluruh kematian. Termasuk dalam Tauhid Rububiyah adalah iman dan Qadla' dan Qadarnya. Maka Tauhid Rububiyah merupakan landasan awal dari Tauhid-tauhid yang lain. Sedangkan Tauhid Uluhiyah adalah pengakuan dan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah. Pengakuan tersebut selanjutnya direalisasikan dalam bentuk penyembahan, ibadah dan pengharapan dari setiap do'a-do'anya. Sebagian ulama mendefinisikan Tauhid Uluhiyah sebagai puncak rasa cinta dan keta'atan kepada Allah. Dengan Tauhid Uluhiyah ini seorang hamba bisa disebut muslim, karena telah melaksanakan perintah-perintah agama, yaitu ibadah. Maka bisa dikatakan bahwa bentuk lahir dari Tauhid Uluhiyah adalah menjalankan rukun-rukun Islam. Seorang hamba bisa saja telah mencapai Tauhid Rububiyah, namun belum mencapai Tauhid Uluhiyah, seperti seseorang yang telah mempercayai keberadaan Allah namun belum mau menegakkan rukun-rukun Islam.

Pembagian Tauhid terakhir adalah Tauhid Asma' Sifat, yaitu kepercayaan bahwa Allah mempunyai nama dan sifat yang sempurna, dengan mengakui dan mempercayai nama-nama dan sifat-sifat Allah yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur'an dan yang diceritakan oleh Nabinya Muhammad s.a.w. Tauhid Asma' Sifat lebih merupakan persepsi hamba terhadap Tuhannya dengan pengakuan bahwa Tuhannya adalah yang Maha Sempurna. Iman kepada Asma'ul Husna adalah termasuk dalam Tauhid ini.

Demikian, Semoga bermanfaat.

Wallahu A'lam


Muhammad Niam

 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com