Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Soal Ucapan Sayidina
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Tanya:

Saya mau tanya masalah "Sayydina" dan "Sayyidina wa maulana" sebelum menyebut Muhammad.
  1. Apa artinya?
  2. Dan apa hukumnya jika pakai dan jika tidak pakai, baik dalam shalat maupun diluar shalat?

Saya berharap mendapat jawaban yang sangat jelas. Terima Kasih.

Warsito - Pondok Gede, Bekasi

Jawab:

"as-sayyid" berasal dari kata "as-su`dadu" yang artinya "as-syarof" (mulya) dan al-majdu (agung). "as-sayyid" adalah bentuk fail dari "as-su`dadu" yang artinya "Orang yang mulya atau orang yang agung". "as-sayyid" juga diartikan al-mutawalli lil jama`ah" (penguasa golongan). Contoh: sayyidul qoum, sayyidul Quroisy dll).

Menyertakan lafazh “Sayyidina� sebelum lafazh “Muhammad� di dalam salat (solawat ibrohimiyyah), ada perbedaan pendapat di kalangan ulama`. Ada yang membolehkan dan ada yang tidak. Kemudian (yang membolehkan) lebih utama mana menambah lafazh “Sayyidina� dengan tanpa menambahkannya pada solawat ibrohimiyyah tersebut? Sebagian dari mereka mengatakan lebih utama tidak menambah lafazh “Sayyidina�, karena dalam hal ini tidak ada perintah dari Nabi saw. Sedangkan yang mengatakan lebih utama (mustahab) menambah lafazh “Sayyidina�, beralasan karena hal ini masuk pada bab menjalankan tata krama. Hal ini diperkuat oleh ucapan Sayyidina Ali ra. “Demi Alloh namamu tidak akan aku hapus untuk selamanya�. Padahal saat itu (Sulh Hudaibiah) Sayyidina Ali ra. diperintah oleh Nabi saw untuk menghapus nama beliau.

Adapun menambah lafazh “Sayyidina� sebelum lafazh �Muhammad� diluar solat hukumnya boleh (mustahab). Banyak hadits yang menunjukkan hal ini, antara lain: �ana sayyidu waladi adam yaumal qiyamah walaa fahro�, “inna ibni hadza sayyidun�, dll.

Dari penjelasan diatas, bisa kita ketahui, bahwa menambahkan lafazh-lafazh lain sebelum lafazh “Muhammad� hukumnya boleh. Sebagaimana diperbolehkan menambah lafazh “Maulana, Habibina, Qurroti a`yunina�, dlsb.


Abu Rif'an
 
 


 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com